Rabu , 18 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa Unibraw ‘Sulap’ Jelantah Jadi Parfum Aneka Aroma

Mahasiswa Unibraw ‘Sulap’ Jelantah Jadi Parfum Aneka Aroma

MALANG – Umumnya minyak goreng yang sudah dipakai beberapa kali penggorengan (jelantah) akan dibuang karena sudah tidak layak pakai. Namun, di tangan tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, ini hasil buangan tersebut bisa diolah kembali. Mereka menciptakan parfum aneka aroma yang berbahan baku dari jelantah.

Ketiga mahasiswa itu yakni Silvia Estrianti (19), Nurul Hidayat (19) dan Arulia Zani (19). Silvia menyebutkan, ide kreatif tersebut terinspirasi dari sejumlah produk dari bahan baku jelantah yang bermanfaat bagi masyarakat dan bernilai ekonomi, seperti karbol dan sabun mandi.

“Untuk menghasilkan parfum berbahan baku jelantah ini tidak sulit dan bahan lainnya pun mudah diperoleh, seperti ampas tebu dan beberapa bahan lainnya. Mula-mula, jelantah dijernihkan dengan cara merendamnya bersama ampas tebu selama sekitar 48 jam dengan komposisi ampas tebu hanya 5-7 persen dari volume jelantah,” ujarnya.

Seluruh proses pembuatannya dilakukan dengan cara manual (tradisional) karena belum memiliki peralatan khusus dan modern.

Silvia menjelaskan, setelah dilakukan penjernihan, lalu disaring agar ampas tebu tidak ikut terproses, baru mengolahnya dengan memasak minyak dengan resep khusus yang ditemukan.

Ada tiga aroma parfum ini, lanjut Silvia, yakni kopi, vanila dan cokelat. Berdasarkan literatur, tiga aroma itu memberikan efek relaksasi, seperti kopi agar lebih berenergi, vanila mengurangi stres dan cokelat untuk meningkatkan mood.

Menurutnya, selain dari keunikan aromanya, keunggulan parfum ini ialah bentuknya yang cukup unik dan lucu seperti biji kopi dan batangan cokelat dengan warna natural.

Namun, ia mengakui, karya mereka itu masih lemah dalam segi pengemasan karena belum menemukan pengrajin yang bisa membuat kemasan sesuai yang mereka inginkan.

“Saat ini kami masih menggunakan kemasan yang sudah tersedia di toko-toko, untuk kemasan toples kami jual dengan harga Rp 8.500, sedangkan sachet seharga Rp6.500,” ucapnya. (ANT/IK-SS)

Check Also

sman-1-yogyakarta-unbk

UNBK 2017, Hanya Ada Soal Wajib dan Soal Pilihan

Edupost.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan, saat Ujian …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *