Minggu , 22 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa Unibraw Ubah Lidah Buaya Jadi Energi Alternatif

Mahasiswa Unibraw Ubah Lidah Buaya Jadi Energi Alternatif

Edupost.ID – Ketidakstabilan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia tak menyurutkan semangat Susilowati, Windy Antika Antis Watin dan Riska Amalia Praptiwi, mahasiswa Universitas Brawijaya. Justru mereka berinovasi dengan lidah buaya (aloe vera), tanaman yang selama ini hanya dijadikan kosmetik atau obat. Temuan mereka ini dinamakan ALGEBRA Aloe Vera Green Power Inovasi Baru Baterai Ramah Lingkungan sebagai upaya mewujudkan target pangsa energi baru dan terbarukan (EBT) 2015.

“Kebutuhan akan energi semakin tinggi sedangkan pemenuhan terhadap energi rendah,” kata Susi mengungkapkan alasan dibuatnya penemuan itu.

ALGEBRA berwujud kotak box plastik yang di dalamnya terdapat sekat-sekat sehingga membentuk 16 sel/kotak. Satu sel dapat menghasilkan tegangan 99,6 volt. Ukuran kotak tersebut cukup kecil, yakni 4 x 6 x 7 cm.

Box ini layaknya baterai. Bisa menghidupkan alat-alat elektronik, seperti jam, kalkulator, HP, dan lain-lain. Benda-benda yang dapat dihidupkan mempunyai tegangan di bawah 99,6 volt. Untuk menghidupkan jam dinding misalnya dibutuhkan 2-4 sel dirangkai secara seri.

Penemuan ini menjadi pemenang dalam lomba karya tulis ilmiah MARSS (Mipa Road to Scientific Paper and Seminar) yang diadakan KSIMIST UNY. ALGEBRA berhasil mengalahkan 148 karya lainnya.
Peserta antara lain berasal dari Universitas Internasional Semen Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar, Universitas Jember, dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Secara umum tema kegiatan ini adalah “Membangun Jiwa Sciencepreneurship Melalui Pengembangan Pendidikan dan Penelitian untuk Mewujudkan Generasi Indonesia Mandiri”.

“Nggak nyangka jadi juara,” ucap Windy yang diikuti oleh Susi.

Mereka mengakui bahwa karya-karya yang ada bagus dan berpotensi di bidangnya masing-masing. Bahkan saat pengumuman pemenang, Sabtu, (9/5), mereka sudah pasrah karena namanya tidak segera disebut hingga juara ketiga.

“Semua masyarakat bisa membuat. Itulah peluang kita,” kata Susi.

Windy berharap bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar. Dengan bekerjasama, mereka bisa membuat ALGEBRA dengan ukuran yang lebih portabel. Karena ukuran sekarang masih terlalu besar. Ke depan mereka juga ingin memasarkan produk dan memasarkan hasil penemuannya. (Nurfi)

Check Also

Antraks Serang Ternak di Kulonprogo, UGM Himbau Masyarakat Tetap Waspada

Antraks Serang Ternak di Kulonprogo, UGM Himbau Masyarakat

Edupost.ID – Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di wilayah Yogyakarta diresahkan dengan kabar kasus antraks …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *