Sabtu , 23 September 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswi Cantik Asal Kamboja Wisuda di IPB
Institut Pertanian Bogor (IPB)
Institut Pertanian Bogor (IPB)

Mahasiswi Cantik Asal Kamboja Wisuda di IPB

Edupost.id – Sisasman, gadis cantik asal Kamboja hari ini (21/9) berbahagia karena dirinya dinyatakan berhak menyandang gelar Sarjana Kehutanan (S.Hut) dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Selama menempuh pendidikan di IPB, Sisasman aktif sebagai asisten praktikum mata kuliah Hidrologi dan anggota Kelompok Studi Pemanfaatan Sumberdaya Hutan Profesi FMSC.

“Indonesia adalah negara yang cantik, indah, punya banyak cerita. Dan IPB adalah kampus yang luar biasa, lulusannya mampu bersaing,” ujar gadis berkerudung ini.

Diakuinya, meski budaya negaranya dan Indonesia ada banyak kesamaan, karena memang masih dalam Asia Tenggara, namun tetap saja ia perlu adaptasi terutama dalam berbahasa Indonesia. “Kesulitan tersendiri bagi saya dengan kosakata dan pengetahuan yang disampaikan di kelas,” tuturnya.

Setelah lulus, gadis yang dilahirkan di Ondong Snay Village, Ondong Snay Commune, Rolea Pa Ear Distric, Kompong Chhnang Province, Kamboja ini ingin kerja dan menikah di Kamboja. “Semoga ke depannya IPB terus maju,” pungkasnya.

Kisah bahagia lainnya datang dari Lucita Meilana, wisudawan IPB calon peraih double degree. Ia berhasil meraih gelar master (IPK 3,91) dari IPB dan tahun depan gelar master juga akan ia dapatkan dari Xiamen University. Mulai menempuh pendidikan tinggi di IPB sejak tahun 2010 berkat program Bidikmisi, Lucita mendapatkan kesempatan untuk langsung melanjutkan studi S2 melalui program fastract. Setelah dinyatakan lulus program magister IPB, Lucita lalu mendapatkan beasiswa S2 dari Xiamen University China.

Rektor IPB, Herry Suhardiyanto menyampaikan, selamat kepada para lulusan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Selanjutnya rektor menyampaikan bahwa ke depan akan banyak tantangan di tengah masyarakat yang harus dihadapi, salah satunya adalah pangan.

“Saya berpendapat bahwa kita perlu merumuskan langkah strategis dalam membangun sistem produksi pangan yang tangguh sehingga terbebas dari ketergantungan kepada pangan impor. Kita perlu mewujudkan sistem perlindungan dan pemberdayaan petani sebagai bentuk komitmen menciptakan pertanian yang berkemajuan danberkeadilan,” paparnya. (IK-SS)

Check Also

KB-TK-IT-Nurul-Fikri-Praktik-Jualan-2

Kemendikbud Gandeng UPI dan IPB Kembangkan PAUD

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *