Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswi UGM Tewas di Toilet MIPA, Diduga Korban Dibunuh
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM)

Mahasiswi UGM Tewas di Toilet MIPA, Diduga Korban Dibunuh

Edupost.id, Yogyakarta – Sejak Senin (2/5) malam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) digegegerkan dengan kejadian penemuan mayat perempuan di toilet FMIPA UGM lantai lima. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh POLDA DIY, diketahui korban adalah Feby Kurnia (19), seorang mahasiswi Departemen Geofisika FMIPA UGM. Feby adalah mahasiwi asal Batam, yang diketahui tinggal indekos di daerah Pogung Lor Blok D/29 Sinduadi, Mlati, Sleman.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) POLDA DIY, Kombes Pol Hudit Wahyudi menerangkan, korban ditemukan di salah satu kamar mandi lantai 5 di Fakultas MIPA UGM, Sekip Utara, Bulaksumur, Sleman, Senin (2/5) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban telah dilaporkan ke Polsek Mlati hilang sejak hari Kamis (28/4).

Sejak Senin pagi, beberapa mahasiswi yang akan menggunakan kamar mandi di lantai 5 merasa aneh atau janggal. Pintu kamar terkunci dari luar, tetapi mulai tercium bau busuk di sekitar kamar mandi. Pada pukul 17.30 WIB, beberapa mahasiswa meminta bantuan Satuan Keamanan Kampus (SKK) untuk mendobrak pintu kamar mandi. Setelah pintu didobrak, petugas keamanan kampus lantas menemukan mayat yang teridentifikasi bernama Feby Kurnia mahasiswi Geofisika.

“Kami menduga, korban dibunuh dan dikunci dari luar oleh pelaku. Saat olah TKP, kami menemukan beberapa botol dan benda yang dimungkinkan terkait temuan jenazah korban,” terang Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hudit Wahyudi di TKP Senin (2/5) malam.

Dikatakan Hudit, ponsel dan motor milik Feby juga dilaporkan hilang. Namun polisi mengaku telah menemukan motor milik Feby di suatu tempat. Hudit belum mau menceritakan secara detail soal penemuan motor milik Feby. Sebelumnya, ponsel Feby juga diketahui telah berpindah tangan pada orang yang tak dikenali keluarganya.

“Sempat diangkat sama orang. Tapi (keluarga) tidak kenal. Setelah itu nomornya tidak aktif,” tuturnya.

Hudit menambahkan, Polisi akan berusaha mengungkap kasus kematian Feby Kurnia (19) yang misterius. Namun, pihaknya juga sangat menyayangkan, CCTV di dekat lokasi penemuan jenazah Feby tak berfungsi. “Ini penyakitnya di Indonesia, CCTV hanya jadi pajangan saja. Padahal kalau ada peristiwa seperti ini, bisa menjadi bukti penting,” kata Hudit. Matinya CCTV di TKP membuat polisi tak dapat menggunakan rekaman CCTV untuk melacak pelaku.

“Gedung ini sepi dan sayang sekali CCTV-nya mati. Ada (CCTV), tapi mati,” ujar Hudit. Meski begitu, dia optimis Polres Sleman dengan dibackup oleh Polda DIY mampu mengungkap kasus ini.

“Insya Allah dengan segala upaya terbaik, kasus ini bisa terungkap. Kami mohon doanya,” tuturnya. (Andi)

 

 

Check Also

Monica, Siswa MTs Yapi Sleman

Monica, Siswa MTs Yapi Sleman Jadi Pembicara di Forum WHO

Edupost.id – Seorang bocah perempuan bernama Monica beberapa hari ini mendadak viral di dunia maya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *