Senin , 29 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / Menangkan Kompetisi ESRI, Mahasiswa UGM Ini Terbang ke Amerika

Menangkan Kompetisi ESRI, Mahasiswa UGM Ini Terbang ke Amerika

YOGYAKARTA – Mahasiswa Jurusan Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM), Auliantya Ayurin Putri, berhasil memenangkan kompetisi ESRI Young Scholar Indonesia 2015 yang diselenggarakan pada 27 April lalu. Atas prestasinya itu, ia mendapat kesempatan menghadiri ESRI International User Conference yang akan digelar di San Diego, California, Amerika Serikat pada 20-24 Agustus 2015 mendatang.

ESRI Young Scholars Award merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan ESRI Inc di sejumlah negara. Kompetisi ini diperuntukkan bagi mahasiswa program sarjana maupun pascasarjana yang menekuni dunia geospasial dan informasi spasial lainnya.

Ayin, menyebutkan bahwa nantinya dalam konferensi Internasional ESRI itu, para pemenang akan mempresentasikan hasil karyanya dalam pemanfaatan sistem informasi geografi di berbagai bidang.

“Ada sekitar 30-an pemenang ESRI dari berbagai negara yang akan hadir dalam konferensi tersebut dan melakukan presentasi di hadapan Jack Dangermond yang merupakan pendiri ESRI dan juga peserta konferensi lainnya,” ujarnya.

Ayin menuturkan, ia tak menyangka portal “AyoLaporkan!-Protecting The Education with GIS” yang dibuatnya dalam waktu satu minggu ini terpilih menjadi pemenang. Karyanya ini merupakan portal pelaporan bagi masyarakat untuk melaporkan sekolah maupun akses menuju sekolah yang rusak dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografi (GIS).

Portal ini, tambahnya, disusun dengan menggunakan platform ArcGIS  online.  Selain menjadi sarana bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi sekolah dan akses sekitar yang rusak, keunggulan portal ini adalah dapat menyajikan informasi secara detail tentang lokasi objek pelaporan dalam waktu singkat. “Dengan memanfaatkan GIS bisa diketahui langsung koordinat lokasi sekolah mana yang rusak,” terangnya.

Ia menuturkan, portalnya itu menyediakan rute terdekat serta akses teraman menuju lokasi objek yang dilaporkan. Bahkan kondisi sekolah yang rusak bisa diketahui langsung karena memanfaatkan citra satelit. Sementara laporan yang masuk pun bisa dimonitor secara real-time oleh masyrakat maupun pemerintah.

“Kalau portal yang sudah ada di Kemendikbud selama ini informasi yang muncul hanya berupa data-data statistik sehingga masyarakat tidak bisa tahu secara langsung sekolah-sekolah dan akses mana yang rusak. Lewat portal ini pemerintah juga bisa langsung melakukan analisis data spasial dalam waktu relatif singkat,” imbuhnya. (UGM/IL-SS)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran SBMPTN Masih Dibuka hingga 9 Mei

Edupost.id – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih dibuka hingga besok, 9 Mei …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *