Rabu , 18 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Menuju Indonesia Mandiri, Mahasiswa ITS Kupas UU Minerba

Menuju Indonesia Mandiri, Mahasiswa ITS Kupas UU Minerba

SURABAYA – Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba)adalah pintu awal kemandirian Indonesia dalam bidang energi. Demikian bahasan yang didiskusikan 300 mahasiswa ITS bersama Sungging Pintowantoro, pemilik mini smelter (pengolah hasil tambang) pertama di Indonesia.

Sungging angkat bicara dalam sebuah diskusi mengupas tentang UU Nomor 4 tahun 2009 pasal 103 ayat 1 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (BEM ITS).

”Tak heran jika berbagai persoalan muncul karena pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan kita mandiri,” ujarnya.

Sungging menilai, Indonesia mampu berdaulat secara energi. ”Teknologi smelter itu kuno. Sejak zaman Majapahit, Indonesia sudah bisa memurnikan dan memproses mineral tertentu. Lantas ke mana semua itu? Tentu banyak inkonsistensi disini,” jelasnya.

Berbagai pertanyaan terkait dominansi asing dalam sektor pertambangan dilontarkan mahasiswa. Salah satunya adalah masalah perpanjangan kontrak perusahaan asing di Indonesia yang pengajuannya dikaitkan dengan pembangunan smelter dalam negeri.

Sungging menanggapi hal itu dengan berujar kedaulatan energi adalah harga mati. “Saya bukan anti asing. Indonesia masih bisa bermitra dengan perusahaan asing di sektor teknologi misalnya,” ungkap Kepala Jurusan Teknik Material dan Metalurgi (JTMM) ITS ini.

Alumnus Tohoku University tersebut menyampaikan kepada para mahasiswa agar menjadi agen yang serius dalam rangka pengawalan UU Minerba demi kemandirian bangsa. Menurutnya, mahasiswa harus lebih masif sehingga tak hanya turun ke jalan mengawal segi politisnya saja. “Mereka juga harus memahami bagaimana pembangunan smelter dan desain produk industrinya. Apalagi mahasiswa ITS adalah calon-calon teknisi,” imbuhnya. (IK-SS)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran Bidikmisi 2017 Sudah Dibuka

Edupost.ID – Proses pendaftaran Bidikmisi 2017 mulai dibuka. Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *