Kamis , 29 Juni 2017
Home / Kabar Kampus / Mobil Listrik UMY Raih Lima Besar di KMHE 2015

Mobil Listrik UMY Raih Lima Besar di KMHE 2015

YOGYAKARTA – Mobil listrik karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Welts Blitz, raih peringkat lima besar dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2015. Dalam kontes ynag digelar di Malang pada 21-25 Oktober lalu tersebut, tim mobil listrik UMY berhasil mengalahkan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berada pada posisi keenam.

Sementara peringkat pertama hingga keempat diraih oleh tim dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Syiah Kuala-Aceh.

Welts Blitz didesain 15 mahasiswa Fakultas Teknik UMY yang terbagi ke dalam 7 tim inti dan 8 tim eksternal. Ketujuh orang tersebut adalah Adang Mubarok Sidik, Ferdy Winanta Eka, Arif Burhanudin, Gunawan Eka Prasetyo, Dwi Verdi Firmansyah, Muhammad Firdaus, dan Yakeisna Auda.

Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2015 sendiri diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Universitas Brawijaya. Dalam KMH terdapat dua kategori yakni kategori prototype yang merupakan mobil masa depan dengan mengutamakan sistem aerodinamis, dan kategori urban yang merupakan kompetisi pembuatan mobil berdasarkan pada mobil-mobil yang telah ada. Masing-masing kategori sendiri terdapat empat kelas antara lain kelas listrik, bensin, etanol dan solar. Wels Blitz, nama mobil karya Namazu team, merupakan kategori prototype kelas listrik.

Regulasi yang harus dijalani para peserta adalah peserta diwajibkan mengikuti technical inspection dan wajib lolos pada 10 pos yang ada, sebelum memasuki race. Sebelum masuk pada technical inspection pos ke-10, Adang kembali menambahkan bahwa seluruh peserta wajib lolos pada technical inspection pertama hingga ke Sembilan. Namazu Team sendiri pada pertama kali test mengalami kegagalan dalam pos safety dan pos akses kemudi dan jarak pandang.

Sedangkan penyebab gagalnya di pos pengecekan akses kemudi ada pada penggunaan MCB (Miniatur Circuit Breaker) oleh Namazu Team, sedangkan seharusnya MCB tidak digunakan.

Setelah merakit ulang mobil listrik buatannya, Tim dari UMY kemudian mengikuti technical inspection di Pos kesepuluh dan berhasil lolos untuk kemudian mengikuti race. (UMY/IK-SS)

Check Also

Beasiswa S2 di Berbagai Universitas Belgia

Edupost.id – Penawaran beasiswa internasional dari Vlir-Uos bagi pelajar di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, termasuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *