Minggu , 24 Juni 2018
Home / Kabar Kampus / Muazin Dibunuh, UIN Suka Bantah Penyebarnya Dosennya
UIN-Yogyakarta
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Muazin Dibunuh, UIN Suka Bantah Penyebarnya Dosennya

Edupost.id – Ditangkapnya Tara Arsih Wijayani oleh Polres Majalengka, Jawa Barat, karena kasus penyebaran berita bohong membuat UIN Sunan Kalijaga angkat bicara. Wanita yang diduga anggota Moslem Cyber Army (MCA) ini telah menyebarkan berita bohong yang menyatakan seorang muazin dibunuh.

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi salah satu kampus yang namanya ikut terseret. Tara disebut-sebut sebagai dosen di Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga.

Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Alwan Khoiri, membantah bahwa Tara adalah dosen di fakultas ini. Menurutnya, Tara adalah pengajar tidak tetap yang mengajar Bahasa Inggris di Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Suka. Namun, status administrasi dititipkan di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya untuk memudahkan administrasi akademik.

“Dia dikontrak PPB. Karena harus terdata di database UIN Suka, maka databasenya tertulis dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Tetapi yang bersangkutan bukan dosen Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya,” terangnya.

Ketua Prodi Sastra Inggris, Ubaidilah, menambahkan, semua dosen honorer PPB UIN Sunan Kalijaga ketika ingin mendapatkan akses internet gratis di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga harus didata terlebih dahulu untuk mendapatkan user dan password. Terkait pendataan ini, nama dosen yang bersangkutan harus dimasukkan home base dosen fakultas.

“Kebetulan yang bersangkutan diikutkan ke homebase Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya,” ujarnya.

Selain itu, pencantuman nama yang bersangkutan di salah satu fakultas juga untuk memudahkan jika ada nilai pelatihan bahasa Inggris di PPB yang akan dikonversi menjadi nilai mata kuliah.

Kepala UPT. PPB, Sembodo Ardi Widodo, membenarkan bahwa Tara pernah menjadi pengajar Bahasa Inggris tidak tetap di PPB sejak 2008. Namun, pada akhir tahun 2016 Tara diberhentikan sebagai pengajar.

Menurut Sembodo, keputusan memberhentikan lantaran Tara sering bertindak tidak disiplin. Tara sering meninggalkan tugas mengajar di kelas dengan alasan keluarga.

“Menurut keterangan rekan sejawat, saat-saat sebelum diberhentikan, Tara menunjukkan sikap yang tertutup. Tidak lagi komunikatif, seperti sikap sebelumnya yang setelah ngajar menyempatkan diri ngobrol dengan teman sejawat,” lanjutnya.

Secara pribadi Sembodo tidak sepakat dengan apa yang dilakukan Tara. Perilaku Tara yang menebar kebencian dan berita hoax menurutnya, bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi UIN Sunan Kalijaga, yakni; Sopan santun dalam berkomunikasi, sangat menjunjung tinggi sikap toleransi, kebersamaan dan mendukung tetap tegaknya NKRI. (Andi)

Check Also

guru

49 Guru IPA Belajar Jadi Kepala Lab Sekolah di UIN Suka

Edupost.id – 49 orang guru mata pelajaran IPA dan Komputer dari berbagai instansi pendidikan mengikuti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=