Selasa , 28 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / My Car Karya Mahasiswa UB Raih Juara 1 Se Asia
My-Car-Karya-Mahasiswa-UB-Raih-Juara-Se-Asia
Mahasiswa Universitas Brawijaya. (Foto: ub)

My Car Karya Mahasiswa UB Raih Juara 1 Se Asia

Edupost.id – Karya business plan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), “My Car” berhasil menjadi juara 1 pada kompetisi se Asia. Karya mereka diikutkan pada International Invention & Innovative Competition (InIIC Series 1/2016) dan dianugerahi Medali Emas pada I kategori Higher Institution Students di PNB Ilham Resort, Port Dickson, Malaysia beberapa waktu lalu.

Keempat mahasiswa FILKOM pembuat “My Car” yaitu  Mochammad Iskandar Ardiansyah Rochman (Informatika/2014), Rendyanto Adi Kurniawan (Informatika/2015), Fiqih Yanfirdaus Afandi (Informatika/2015) dan Muhammad Robby Dharmawan (Informatika/2015) serta bersama dosen pembimbing Edy Santoso. Sementara untuk juara II diperoleh perwakilan dari Srilanka dan juara III ditempati perwakilan dari Taiwan.

“Jadi My Car ini akan menjadi solusi atas monopoli taksi bandara saat ini. Sejauh ini rancangan My Car masih melingkupi wilayah operasi di Bandara Soekarno Hatta Jakarta,” jelas Iskandar dalam siaran pers.

Menurutnya, My Car merupakan jasa penyedia transportasi umum di bandara yang sistem operasionalnya memanfaatkan dukungan teknologi informasi (TI) berupa aplikasi pada mobile device. Ide mengenai karya tersebut berasal dari pengalaman pribadi menggunakan jasa taksi bandara yang tarifnya lebih mahal dibanding taksi umum. Meski demikian tidak ada pilihan bagi konsumen, karena tidak ada taksi lain yang boleh beroperasi di bandara.

“Sedikit berbeda dengan taksi bandara, My Car didesain hanya untuk melayani pengantaran penumpang ke daerah tertentu. Dijelaskan oleh M. Iskandar penumpang dapat memesan My Car melalui mobile device yang telah diinstal aplikasi My Car. Kemudian terdapat 16 lokasi tujuan di wilayah Jakarta yang dapat dipilih, antara lain Tanah Abang dan Monas,” tambahnya.

My Car, ungkap Iskandar, juga dirancang dapat memiliki tarif lebih rendah dibanding taksi bandara karena menerapkan pengantaran penumpang secara kolektif, bukan individu. Tim memilih 16 lokasi tujuan berdasarkan tingkat popularitas. Jadi tempat yang memang kebanyakan menjadi tujuan orang yang turun dari bandara Soekarno Hatta. Tarifnya bisa lebih murah karena penumpang bukan perorangan, namun beberapa penumpang dengan tujuan yang sama.

“Dapat memperoleh kesempatan untuk bertukar pengetahuan dengan para mahasiswa dari wilayah Asia. Berbekal juara 1 dan memperoleh medali emas tersebut, Iskandar mengaku dirinya dan tim juga memperoleh tawaran magang di MNNF Network, organisasi penyelenggara InIIC Series 1/2016,” imbuhnya. (UB/Nisa)

Check Also

alat timbang sapi UB raih emas di malaysia

Alat Timbang Sapi UB Raih Emas di Malaysia

Edupost.id – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat alat timbang sapi yang bersifat portable, akurat, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *