Selasa , 12 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Olah Pakan Ayam Kampung dari Tempe, Mahasiswa UGM Juara Alltech Young Scientist

Olah Pakan Ayam Kampung dari Tempe, Mahasiswa UGM Juara Alltech Young Scientist

YOGYAKARTA – Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Irana Maya Praditya, berhasil keluar sebagai pemenang dalam Alltech Young Scientist Competition regional Asia Pasifik beberapa waktu lalu. Ia meraih juara tiga di ajang itu, berkat penelitiannya tentang pakan ayam kampung yang diolah dari tempe.

Atas prestasinya itu, Irana mendapat hadiah uang senilai 300 dollar Amerika berikut dengan piagam penghargaan. Walaupun ia belum berhasil mewakili Indonesia di tingkat dunia, namun Maya mengaku bangga karena bisa membawa harum nama Indonesia. “Alhamdulillah senang dan sedikit lega, karena saya bersaing dengan 2600 peserta,” tuturnya.

Hasil penelitiannya mengupas tentang tempe sebagai pakan ayam kampung. Dalam risetnya, diketahui bahwa tempe mengandung asam amino yang bisa menggantikan asam amino sintetis dari pakan komersial. Selain harganya yang lebih murah dan mudah diperoleh, pakan tempe untuk ayam kampung ini ternyata menghasilkan daging yang lebih sehat karena rendah lemak dengan kandungan protein lebih tinggi tanpa kandungan residu antibiotik.

Ia berhasil menciptakan ransum pakan ideal untuk ayam kampung super. Selama ini belum ada pakan khusus ayam kampung super di pasaran. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Maya ini menunjukkan bahwa tepung tempe dapat menggantikan keberadaan asam amino lisin dan metionin buatan pabrik. “Tempe mengandung asam amino esensial yang lengkap yang dapat membantu penyerapan nutrien dalam pakan,” terangnya.

Penelitiannya ini, lanjutnya, bisa digunakan sebagai acuan penyusunan ransum untuk ayam kampung super. Ransum yang digunakan dalam penelitian juga dapat diterapkan untuk peternak kecil mengingat harga pakan komersial yang semakin tinggi dan harga asam amino sintesis yang cukup mahal untuk peternak kecil.

Selain itu, pakan yang ia ciptakan ini bisa membuat daging ayam dengan rasa khas seperti ayam kampung dengan harga lebih murah, lebih sehat tanpa khawatir residu antibiotik, dan lebih  rendah lemak. (UGM/IK-SS)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *