Rabu , 19 September 2018
Home / Kabar Kampus / Organisasi Bergengsi di Asia Tenggara, Cochrane Resmi Diluncurkan

Organisasi Bergengsi di Asia Tenggara, Cochrane Resmi Diluncurkan

Edupost.id – Organisasi penelitian independen dan bergengsi di Asia Tenggara, Cochrane Indonesia resmi diluncurkan pada Senin, (5/3) saat Dies Natalis ke-72 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Organisasi ini dibentuk untuk meningkatkan publikasi dan penggunaan informasi medis terpercaya di Indonesia.

Direktur Cochrane Indonesia, Detty Nurdiati, mengatakan peluncuran Cochrane Indonesia ini sebagai salah satu langkah signifikan dalam perkembangan pelatihan dan penelitian kesehatan nasional.

“Melalui Cochrane Indonesia ini menghadirkan penelitian terkait ilmu kesehatan yang berbasis bukti,” tuturnya kepada wartawan saat konferensi pers di FKKMK UGM, Senin (5/3).

Pendirian Cochrane Indonesia ini, lanjutnya, merupakan hasil kerja sama antara UGM dan UI selama delapan tahun terakhir. Detty dan tim telah berupaya meningkatkan peran dan dampak pelaksanaan kesehatan berbasis bukti dalam praktik sehari-hari. Selain itu, juga melalui edukasi dan pelatihan serta dalam pembentukan kebijakan publik khususnya kesehatan ibu dan anak.

“Harapannya akan ada lebih bayak upaya bersama untuk memastikan kesehatan berbasis bukti dalam setiap aspek penelitian, pelayanan, dan kebijakan kesehatan di Indonesia,” papar dosen FKKMK UGM ini.

Menurutnya, kebutuhan akan ilmu kesehatan berbasis bukti yang relevan dan terkini semakin meningkat. Oleh sebab itu, dengan kehadiran Cochrane Indonesia, masyarakat akan memiliki pengetahuan dan para ahli yang memadahi untuk memenuhi kebutuhan informasi kesehatan.

Kepala Pusat Afiliasi Cochrane Indoensia, Prof. Siti Setiati, menyebutkan, informasi di Cochrane sudah digunakan dan dipercaya oleh banyak pihak. Di antaranya ahli, pemerintah, pembuat kebijakan, dokter, perawat, peneliti serta profesional di bidang kesehatan yang bekerja di rumah sakit, perguruan tinggi, dan klinik kesehatan di Indonesia dan berbagai belahan dunia.

“Mereka menggunakan bukti dari Cochrane guna mendukung keputusan medis, pembuatan kebijakan, dan pedoman pelayanan ksehatan untuk pasien,” kata dosen FK UI ini. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=