Senin , 11 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Pakan Ternak Mahal, Mahasiswa UNY Manfaatkan Limbah Telur Bebek

Pakan Ternak Mahal, Mahasiswa UNY Manfaatkan Limbah Telur Bebek

YOGYAKARTA – Harga bahan pakan ternak yang tinggi menjadi salah satu penghambat proses pengembangan peternakan di Daerah istimewa Yogyakarta (DIY). Hal inilah yang melatarbelakangi tim mahasiswa UNY menggagas pemanfaatan limbah telur bebek sebagai pakan ternak yang murah dan sehat.

Limbah telur bebek itu merupakan embrio bebek yang sedang tumbuh atau telur yang gagal menetas, lazim disebut endhog bungker (donker). Limbah ini banyak terdapat di Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo.

Tim tersebut terdiri dari Dini Annisa Nurbaety Elsola, dan Novia Puspita Arum dari prodi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan, Amalia Putri Utami dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika Fakultas Teknik, serta Pony Salimah Nurkhaffah dari prodi Pendidikan Matematika Fakultas MIPA.

Dini Annisa Nurbaety Elsola mengungkapkan, sebagian besar masyarakat di Panjatan berprofesi peternak dan penetas telur bebek. Namun, hasil penetasan telur tidak selalu baik sehingga endhog bungker tersebut dibuang.

Hal tersebut mengakibatkan polusi udara dan daerah Panjatan menjadi daerah penampungan limbah endhog bungker.

“Pakan bebek dari endhog bungker tersebut dimaksudkan untuk menekan biaya peternakan dan mengurangi produksi limbah di Kecamatan Panjatan, Kulonprogo,” jelasnya.

Novia Puspita Arum menerangkan bahwa telur bebek mengandung energi sebesar 189 kilokalori, protein 13,1 gram, karbohidrat 0,8 gram, lemak 14,3 gram, kalsium 56 miligram, fosfor 175 miligram, dan zat besi 3 miligram.

“Dari data ini diketahui bahwa endhog bungker memiliki kandungan kalori rendah, tapi kaya protein dan lemak. Oleh karena itu, endhog bungker memiliki keunggulan antara lain mempercepat pertumbuhan, meningkatkan jumlah produksi telur, dan meningkatkan siklus kesuburan bebek,” paparnya. (UNY/IK-SS)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *