Kamis , 20 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Pakar Perikanan IPB Kritisi Pemerintah tentang Rumpon
alat-bantu-penangkapan-ikan-rumpon
Alat bantu penangkapan ikan rumpon (KKP dok.)

Pakar Perikanan IPB Kritisi Pemerintah tentang Rumpon

Edupost.id – Para akademisi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan masukan kepada pemerintah menyusul dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2017 terkait Kelautan dan Perikanan. Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai pentingnya Perikanan Rumpon Indonesia.

Pembicaraan tersebut dibahas dalam pertemuan beberapa waktu lalu yang dihadiri oleh para peneliti bidang perikanan baik dari internal IPB maupun Balai Besar Penangkapan Ikan.

Sekretaris Senat FPIK IPB, Prof. Dr. Mulyono S Baskoro menyampaikan rumusan hasil diskusi akan dilaporkan melalui Dekan FPIK IPB untuk diproses lebih lanjut. Diskusi juga akan dilanjutkan dengan  pembentukan forum pemerhati rumpon Indonesia. Menurutnya, rumpon bukan hal yang baru. Banyak penelitian yang sudah dilakukan mengenai rumpon. “Dari awal penelitian 1938 sudah ada pengkajian rumpon,” ujarnya.

Prof. Mulyono menambahkan bahwa rumpon juga sebagai  titik navigasi ikan. Ikan tertarik karena ternyata rumpon tempat berlindung, cari makan untuk ikan dewasa, tempat bertelur dan tempat pemberhentian. Untuk nelayan sendiri rumpon dapat menghemat waktu, tenaga dan operasional, serta tangkapan lebih besar.

Manfaat lainnya, lanjutnya, bahwa rumpon juga bisa dikombinasikan dengan kegiatan wisata seperti mancing di rumpon. Namun, keberadaan rumpon tetap harus diatur lokasinya, bebas dari alur pelayaran, jalur migrasi ikan, bukan di wilayah konservasi dan dapat ijin dari wilayah yang berwenang.

Sementara itu, Sekretaris Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK IPB menyampaikan bahwa pendekatan ilmiah penting untuk memutuskan apakah rumpon harus dilarang atau tidak. Dikatakannya, sejauh ini rumpon bermanfaat sebagai artificial habitat, yang dapat digunakan untuk mengumpulkan ikan, sebagai sarana ikan untuk bertelur, tempat berlindung biota perairan juga untuk pembesaran ikan. (IK-SS)

Check Also

Achmad Solihin, Peraih Student AwardSchweighofer Prize 2017

Achmad Solihin, Peraih Student AwardSchweighofer Prize 2017

Edupost.id – Achmad Solikhin, mahasiswa Fakuktas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) memenangkan Student AwardSchweighofer Prize 2017, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *