Minggu , 26 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / Peduli Difabel, Mahasiswa Unej Presentasi ke Sri Lanka
Peduli Difabel, Mahasiswa Unej Presentasi ke Sri Lanka
Peduli Difabel, Mahasiswa Unej Presentasi ke Sri Lanka

Peduli Difabel, Mahasiswa Unej Presentasi ke Sri Lanka

Edupost.id – Ketertarikan dan perhatian terhadap kalangan difabel membawa Nabigh Abdul Jabbar, mahasiswa Universitas Jember (Unej) ke Sri Lanka. Nabigh, menjadi salah satu dari 172 peserta yang mendapat kesempatan mempresentasikan karya ilmiahnya di ajang 2nd International Conference on Public Health-2016 yang digelar oleh The International Institute of Knowlegde Management (TIIKM) akhir Juli lalu.

“Semuanya bermula dari tugas mata kuliah Reproduksi Kesehatan, saya melakukan observasi terhadap fasilitas rehabilitasi bagi kalangan difabel di Jember dan sekitarnya. Ternyata kebanyakan fasilitas rehabilitasi bagi difabel masih berkutat pada tugas  menampung dan memberi makan bagi difabel, belum menyentuh kebutuhan dasar kalangan difabel seperti memberikan bekal ketrampilan agar mampu hidup mandiri,” jelas Nabigh.

Keprihatinan mengenai penanganan difabel dituangkan Nabigh dalam tulisan ilmiah berjudul House of Healthy: Actualization of Chilhood Disability for Brighter Future (For Treatment, Education & Rehabilitation). Nabigh menawarkan konsep Rumah Kesehatan bagi kalangan difabel, yang tidak sekedar menampung saja, namun juga memberikan layanan kesehatan, pendidikan sekaligus memberikan bekal ketrampilan dalam satu atap.

Ide Nabigh disambut hangat oleh para hadirin, namun bukan tanpa masukan. Kritikan yang diterima antara lain mengenai besarnya biaya yang harus dianggarkan untuk mewujudkan rumah kesehatan tersebut. Menanggapi hal ini, Nabigh mengusulkan agar rumah kesehatan dibangun atas kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan donatur.

“Nanti dalam kesehariannya, saya mengusulkan agar rumah kesehatan dijalankan oleh kalangan masyarakat sendiri dengan pengawasan dari pemerintah. Kemudian setiap rumah kesehatan diupayakan memiliki produk yang keuntungannya di kembalikan ke tiap rumah kesehatan,” tutur Nabigh.

Nabigh kini tengah bersiap-siap untuk mengikuti konferensi ilmiah bertajuk The 3rd International Conference on Arts and Humanities 2016 yang akan diselenggarakan di Bali pada 22 dan 23 September nanti. (Unej/IK-SS)

Check Also

Buku-Braile-Jarang-Ditemui-di-Sekolah-Yaketunis

Love Project ID Berikan Audiobook Bagi Difabel di Yaketunis

Edupost.id — Guna memberikan akses yang lebih luas kepada siswa penyandang difabel atau tuna netra …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *