Selasa , 24 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Pemkot Depok Tidak Hadiri Audiensi Publik UI

Pemkot Depok Tidak Hadiri Audiensi Publik UI

Edupost.ID, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menyelenggarakan audiensi publik di Aula Terapung, Perpusat UI pada, (15/12). Namun, acara ini tidak dihadiri oleh Pemerintah Kota Depok.

“Kami sudah bekerjasama dengan Walikota Depok yang baru. Juga ada kerjasama dengan mako brimob Kelapa Dua Depok. Selain itu, kami sedang merancang program penataan ruang hutan UI. Seharusnya Pemkot Depok hadir dalam acara ini,” ujar Suryadi, Direktorat Kerjasama UI.

Suryadi menjelaskan, pihak kampus sudah bekerjasama serta telah disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta dan Kepala Dinas Tata Air, mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengelola kebersihan danau. Dalam melestarikan dan menjaga kebersihan ekosistem danau, bisa dilakukan dengan kampanye kebersihan lingkungan dan penelitian dari mahasiswa, khususnya UI.

Audiensi publik kali ini bertemakan ‘Kebersihan Danau UI, Tanggungjawab Siapa?’ dihadiri oleh Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas UI, Paryono dan perwakilan dari Pemberdayaan Lingkungan Hidup UI, Rissalwan Lubis.

Fania Khamada, Kepala Departemen Lingkungan Hidup UI, mengatakan Program ini sudah ada di BEM sekitar lima tahun. Tiap tahun BEM selalu bergerak dalam mengawasi dan merawat danau ini. Kami selalu mengadakan kerjasama dengan pihak UI dan pemkot Depok. Pihak UI sudah berusaha sedemikian rupa menangani kebersihan ini.

Budi Hartono, perwakilan Keselamatan, Kesehatan, Kerja dan Lingkungan Hidup UI memberikan pendapat serupa, pencemaran berasal dari sampah sehingga proses akuatik kurang baik. Sementara fungsi dan manfaat danau tersebut yaitu sebagai pengendali banjir, mengatasi kekeringan, untuk penelitian, sebagai pendidikan dan wahana rekreasi. Danau buatan itu diantaranya danau kenanga, agathis, mahoni, puspa, ulin, dan salam.

“Ada juga hasil produksinya, yaitu pengisi air tanah dan sumber perikanan. Untuk fungsi ekologi, yaitu penahan dan penyedia unsur hara, serta penahan dan penawar pencemaran. Grand Design K3L dalam mengelola danau ke depan adalah dengan pemberdayaan masyarakat, program monitoring berbasis IT dan penyediaan dana dari pihak terkait dan kerjasama,” tambahnya.

Penjelasan lain diberikan oleh Paryono, Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF) UI, pihaknya sudah bekerjasama dengan pemkot Depok dalam membuat filter dari jaring. Pemkot Depok berjanji akan mengerut sampah dua hari sekali, namun kenyataannya pemkot tidak kunjung datang.

Sementara menurut perwakilan dari Perencanaan Lingkungan Hidup (PLK) UI, Rissalwan Lubis menjelaskan, PLK telah membuat spanduk yang bertuliskan ‘Dilarang Memancing’. Fungsinya untuk mengamankan ekosistem ikan dan agar orang yang melewati danau tidak tercebur. Namun, spanduk ini disobek dan dijadikan alas untuk duduk. (Reza)

Check Also

Indonesia Bergejolak, BEM SI Gelar Musyawarah Nasional

Indonesia Bergejolak, BEM SI Gelar Musyawarah Nasional

Edupost.ID – Pasca kisruh dan mandeknya tuntutan aksi bela rakyat 121 yang diselenggarakan di 19 …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *