Senin , 11 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Peneliti IPB Ciptakan Ramuan Herbal Anti Flu Burung
Bambang Pontjo Priosoeryanto bersama timnya berhasil mengembangkan ramuan herbal yang mampu menangkal virus Avian Infuenza (AI) atau Flu Burung. foto : antr/jafkhairi

Peneliti IPB Ciptakan Ramuan Herbal Anti Flu Burung

Edupost.id, Bogor – Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB), Bambang Pontjo Priosoeryanto bersama timnya berhasil mengembangkan ramuan herbal yang mampu menangkal virus Avian Infuenza (AI) atau Flu Burung. Ramuan yang terdiri dari temulawak, meniran, sambiloto dan temu ireng ini mampu mempertahankan daya hidup ayam terhadap AI sebesar 40 persen (%).

Tim peneliti terdiri dari Bambang Pontjo Priosoeryanto, Latifah K. Darusman, Edy Djauhari, Maharani Hasanah, Mono Rahardjo, Waras Nurcholis, dan Moh Rafi. Tim melakukan screening terhadap seratus tanaman obat asli Indonesia dan didapatkan empat tanaman yang potensial. Keempat tanaman tersebut adalah meniran, temulawak sambiloto dan temu ireng. ”Riset ini dilakukan sejak tahun 2007. Dari hasil riset ini kami berhasil mendapatkan dua paten, satu proses paten dan satu lagi sedang diajukan,” jelas Bambang.

Setiap tanaman diuji aktivitasnya, dipilah dan diberikan kepada unggas. Terdapat empat kelompok unggas yang diteliti, yakni unggas kontrol (tidak divaksin dan tidak diberi pakan herbal), unggas yang divaksin tanpa diberi pakan herbal, unggas yang divaksin dan diberi pakan herbal dan unggas yang tidak divaksin tetapi diberi pakan herbal. Unggas tersebut diuji di laboratorium di Gunung Sindur dengan tingkat keamanan level 3. Unggas-unggas tersebut disuntik dengan virus AI.

Setelah dua minggu, hasilnya adalah unggas kontrol 100% mati, unggas dengan vaksin 99% hidup (kematian yang terjadi disinyalir karena faktor di luar AI), unggas dengan vaksin dan herbal 100% hidup dan unggas tanpa vaksin tapi diberi herbal 40% hidup.

“Kami menyimpulkan, penambahan herbal ini mampu menahan kematian karena virus AI sebesar 40% tanpa vaksin. Jika ditambah dengan vaksin, otomatis daya tahan tubuh (sistem imun) unggas lebih tinggi. Kombinasi ini bisa menahan kematian unggas akibat flu burung,” ujarnya.

Untuk mendapatkan bahan baku yang terstandar, Bambang dan tim melakukan pembinaan kepada petani di Jawa Tengah untuk menanam temulawak yang terstandar. Tim akan melanjutkan riset ini sampai mekanisme detailnya diketahui, tambahnya. (zul)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *