Jumat , 24 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / Peneliti IPB Dukung Konservasi Hiu Paus Gorontalo
Kemunculan hiu paus di sekitar perairan Pantai Batu Barani, Gorontalo. foto dok. Mahardika Rizqi H.

Peneliti IPB Dukung Konservasi Hiu Paus Gorontalo

Edupost.id, Bogor – Kemunculan hiu paus di sekitar perairan Pantai Batu Barani, Gorontalo pada tahun ini berhasil menarik perhatian banyak pihak. Wisatawan dengan jumlah yang tidak sedikit datang berbondong-bondong untuk sekedar melihat atau pun berenang bersama si raksasa lembut ini.

“Mudahnya akses dan jernihnya air di perairan Gorontalo menjadikan wisata hiu paus cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan,” ungkap Mahardika Rizqi Himawan, mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga inisiator Whalw Shark Indonesia (WS-ID).

Ia mengatakan, wisata hiu paus di daerah lain juga terjadi seperti di Teluk Cenderawasih, Talisayan Kalimantan Timur, Probolinggo Jawa Timur, dan daerah lainnya. Saat ini tim WS-ID, IPB, dan WWF tengah melakukan penelitian hiu paus di perairan Gorontalo dengan kajian ekologi dan genetika serta aktivitas wisata.

Advisor dari WS-ID/IPB, Hawis Madduppa menjelaskan, melalui penelitian ini diharapkan diketahuinya karakter individu dan genetika dari hiu paus yang muncul di perairan Gorontalo sehingga dapat menjadi pedoman upaya konservasi dan wisata yang ramah ke depannya.

Peneliti hiu paus IPB ini menyampaikan bahwa bersama ITK IPB, WS-ID dan WWF dibantu oleh berbagai pihak seperti KKP, dive center, dan perguruan tinggi lain telah berhasil mengumpulkan informasi tentang hiu paus di seluruh Indonesia termasuk informasi genetik.

Hasil pencarian informasi ternyata interaksi yg dilakukan wisatawan masih tidak ramah. Banyak wisatawan yg menyentuh karena ingin tahu atau menunggangi untuk unjuk keberanian. Hal lain, jumlah kapal dan pengunjung dalam satu lokasi kemunculan hiu paus terlihat cukup banyak.

“Bukan saja tidak ramah terhadap hiu paus, interaksi yang demikian juga dapat membahayakan wisatawan seperti kibasan ekor yang besar dan kuat serta gesekan kulit hiu paus yang tajam. Dengan banyaknya pengunjung dan kapal yang mendekat, hiu paus riskan stress dan terluka akibat benturan dengan kapal,” ujar Casandra Tania. (WS-id)

Check Also

seniman mengajar kemendikbud

Pendaftaran “Seniman Mengajar” di Daerah Terpencil Mulai Dibuka

Edupost.id – Pendaftaran kegiatan “Seniman Mengajar” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *