Selasa , 24 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Peneliti IPB Kembangkan Teknik Pengawetan Kayu yang Ramah Lingkungan

Peneliti IPB Kembangkan Teknik Pengawetan Kayu yang Ramah Lingkungan

BOGOR – Kerugian ekonomi akibat serangan rayap terhadap bangunan di Indonesia mencapai 10 triliun rupiah pada tahun 2015. Karena itu, dibutuhkan usaha meningkatkan ketahanan kayu terhadap serangan bio-deteriorasi, khususnya rayap. Peneliti IPB, Yusuf Sudo Hadi memaparkan selama ini teknik pengawetan kayu masih memakai bahan kimia beracun yang berbahaya bagi manusia. Karena itu, timnya mengembangkan teknik pengawetan kayu dengan bahan yang ramah lingkungan.

“Kami di Fakultas Kehutanan IPB melakukan teknik pengawetan kayu yang lebih ramah lingkungan yaitu melalui modifikasi kimia kayu),” terang Yusuf yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB.

Yusuf menjelaskan, ada beberapa metoda dalam pengawetan kayu seperti metoda pengasapan, asetilasi, furfurilasi, kayu plastik, maupun komposit kayu plastik (Wood Plastic Composite, WPC).

Namun, lanjutnya, asap belum dimanfaatkan dengan baik padahal mengandung bahan kimia fenol, aldehid, keton, asam organik, alkohol, ester, hidrokarbon, dan berbagai bahan heterosiklis. Phenol dan turunannya mempunyai sifat racun terhadap bakteri, rayap maupun jamur sehingga asap bisa digunakan untuk pengawetan kayu. Kayu sengon, sugi dan pulai setelah diasapi dengan asap kayu mangium selama tiga hari menjadi sangat tahan terhadap rayap tanah (dari kayu kelas V menjadi kayu kelas I).

Contoh lainnya ialah kayu WPC. WPC merupakan produk generasi terakhir dari kelompok biokomposit. Pada pembuatannya kayu dibuat serbuk halus, kemudian dicampur dengan plastik pada suhu lelehnya, lalu diekstrusi menjadi produk WPC berupa lempengan seperti papan maupun bentuk lainnya sesuai kebutuhan.

“Warna WPC dapat disesuaikan dengan permintaan pasar karena dalam pembuatannya bisa ditambahkan pigmen atau warna. Kelebihan lainnya, WPC cukup kuat, tahan air, dan tahan terhadap bio-deteriorasi. Di Indonesia sudah ada pabriknya dan produknya sudah ada di pasaran, serta WPC ini telah digunakan di beberapa tempat misalnya untuk menutup saluran air di sekitar kolam renang. Kalau di Amerika biasanya digunakan untuk bagian rumah yang terkena pengaruh cuaca,” paparnya.

Yusuf menambahkan, produk kayu yang diawetkan dengan teknik pengawetan ramah lingkungan ini sangat menjanjikan di masa mendatang. Walau produk ini belum populer di Indonesia, namun di negara maju sudah banyak diproduksi dan dimanfaatkan. (IK-SS)

Check Also

kucing tuntun pulang pendaki tersesat di swiss

Delapan Alasan Menarik Pelihara Kucing

Edupost.ID- Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang paling banyak dipilih menjadi sahabat di rumah. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *