Selasa , 27 Juni 2017
Home / Kabar Kampus / Peneliti Undip Ciptakan Sistem Penyimpan Produk Pertanian
Peneliti Undip Ciptakan Sistem Penyimpan Produk Pertanian
Peneliti Undip Ciptakan Sistem Penyimpan Produk Pertanian

Peneliti Undip Ciptakan Sistem Penyimpan Produk Pertanian

Edupost.ID- Peneliti Universitas Diponegoro Semarang menciptakan sistem penyimpanan produk pertanian yang akan memperpanjang masa simpan produk pertanian, bagi buah maupun sayuran dengan teknolohi ozon.

Dr. M Nur, pemimpin Departemen Plasma, Fakultas Sains dan Matematika FSM Undip. Menjelaskan, sistem tersebut bekerja dengan pencucian dan penirisan menggunakan air berozon sehingga menghilangkan bakteri, serta jamur yang menempel dan memicu pembusukan buah maupun sayur.

Setelah dihilangkannya sumber pembusuk, “Produk pertanian dapat disimpan lebih lama, kalaupun diletakkan dalam ruangan apalagi dalam lemari pendingin,” ujar Nur.

Teknologi ozon merupakan material yang murah, sehingga generator ozon yang dibuat oleh mantan Dekan FSM Undip itu memiliki dua unit dengan masing-masing enam generator yang berkapasitas 300 gram/jam dan 500 gram/jam.

Nur juga memastikan penggunaan sistem  berteknologi ozon aman secara kesehatan karena sudah teruji, baik untuk buah-buahan dan sayuran, seperti cabai, tomat, hingga bawang-bawang. Serta memungkinkan menyimpan beras dan lainnya sehingga lebih bermanfaat.

Produk tersebut telah dihibahkan pada kelompok Tani Aspakusa Makmur, Boyolali untuk sayuran di supermarket Jateng, Jatim, dan DIY.

Sementara itu, Dekan FSM Prof. Widowati mengatakan, “Produk berteknologi ozon ini nantinya kan dimanfaatkan masyarakat atau komunitas. Jadi, penelitian dan produk yang dihasilkan diharapkan mampu semakin menyejahterakan masyarakat,” kata Widowati.

Untuk riset dan penelitian, kata dia, Undip melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) mengajukan sekitar Rp60 miliar, namun untuk produk itu sekitar Rp800 juta. (Inan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *