Jumat , 20 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Peneliti Unpad Ciptakan Minuman Anti kanker Payudara
Peneliti Unpad Ciptakan Minuman Anti kanker Payudara
Peneliti Unpad Ciptakan Minuman Anti kanker Payudara (foto: Unpad)

Peneliti Unpad Ciptakan Minuman Anti kanker Payudara

Edupost.id – Banyaknya limbah cangkang rajungan di pesisir Pantai Utara Cirebon, menginspirasi peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad), Emma Rochima untuk memanfaatkannya. Di tangan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini, limbah tersebut diolah menjadi minuman anti kanker payudara.

Semula, limbah cangkang rajungan tersebut diolah Emma menjadi kitosan. Kitosan ini pun dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, antara lain di bidang biomedis, pertanian, dan pangan, yang  salah satunya adalah sebagai bahan membuat minuman kesehatan. Setelah dilakukan uji secara in vitro dan in vivo (pada mencit C3H), diyakini bahwa jika dikonsumsi secara rutin dengan dosis tertentu, minuman ini dapat mencegah kanker payudara.

“Jadi si kitosannya saya buat edible film dahulu, lalu saya masukan ke formulasi minuman,” ungkap Emma.

Untuk mencegah kanker, minuman ini perlu dikonsumsi satu sampai dua gelas setiap harinya. Dr. Emma pun mengungkapkan alasannya mengolah kitosan tersebut menjadi minuman kesehatan. Menurutnya, dengan menjadi minuman yang enak dan praktis untuk dikonsumsi, tidak akan memberi kesan bahwa produk itu adalah obat.

“Kenapa saya bikin dalam bentuk minuman, supaya orang minum itu tidak terkesan bahwa dia minum obat tapi sebagai minuman yang menyenangkan sekaligus menyehatkan,” terangnya.

Untuk dapat diproduksi pada skala industri atau diujikan langsung pada pasien kanker sebagai bagian dari pengobatan, Emma mengakui masih ada rangkaian penelitian lagi yang harus dilakukan.

“Memang itu makanan yang Insya Allah aman. Tapi perlu langkah yang lebih dalam  lagi, tidak sembarangan,” ujarnya. (Unpad/IK-SS)

Check Also

Universitas Padjajaran (unpad)

Unpad Tandatangani Piagam Kerja Sama dengan FPCI

Edupost.id – Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad dan Founder of Foreign Policy Community …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *