Kamis , 22 Februari 2018
Home / Kabar Kampus / Ratusan Pelajar SMP dan SMA Ikuti Olgenas di UGM

Ratusan Pelajar SMP dan SMA Ikuti Olgenas di UGM

Edupost.id – Sebanyak 65 tim pelajar SMP dan 130 tim pelajar SMA dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Olimpiade Geografi Nasional (Olgenas) 2018 tingkat SMP dan SMA di Fakultas Geografi UGM, pada 15-20 Januari 2018.

Ketua panitia Olgenas 2018, Ilham Jamaluddin, mengatakan kompetisi olimpiade tingkat SMP dilaksanakan pada 15-16 Januari, sedangkan tingkat SMA dilaksanakan pada 17-20 Januari mendatang. Kompetisi tingkat SMP/MTS diikuti 65 tim sedangkan tingkat SMA diikuti 130 tim. Kompetisi kali ini diikuti tim pelajar dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Aceh, Papua, dan daerah lainnya.

Ilham menambahkan, kompetisi Olgenas kali ini bertajuk Meningkatkan Kapasitas Masyarakat Melalui Manajemen Bencana menuju Indonesia Tangguh Bencana. Sesuai dengan tema tersebut, kata Ilham, penyelenggaraan Olgenas bertujuan untuk mengajak siswa mengetahui lebih jauh tentang khasanah ilmu geografi dalam pengembangan sistem manajemen bencana di Indonesia.

“Kita ingin mengajak kaum muda mengetahui lebih jauh apa itu manajemen bencana karena negara kita rawan bencana, pemahamanan tentang manajemen bencana sangat diperlukan,” kata Ilham pada Senin (15/1).

Dekan Fakultas Geografi, Prof. Dr. Muh. Aris Marfa’i, M.Sc., mengatakan kompetisi olimpiade memang bertujuan mengenalkan ilmu geografi di kalangan siswa SMP dan SMA sejak dini. Khusus peserta olimpiade tingkat SMA yang berhasil meraih juara pertama akan diberikan kesempatan untuk bisa mendaftar masuk kuliah di Fakultas Geografi tanpa ujian tertulis.

“Kalau memang (siswa) senang dan mau, kita beri tempat bisa masuk geografi tanpa melalui jalur tes,” ujarnya.

Menurut Aris, peluang kerja lulusan geografi di masa depan sangat besar di tengah perkembangan disrupsi teknologi yang makin memudahkan orang menggunakan aplikasi, seperti teknologi pesan taksi dan hotel dengan berbasis pemetaan. Belum lagi, menurut Aris, saat ini setiap daerah diharuskan memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Apabila setiap BPBD merekrut dua orang ahli bencana maka diperlukan lebih dari 1.000 orang. Belum lagi peluang kerja di kementerian dan daerah yang memerlukan ahli lulusan sarjana geografi,” katanya. (Andi)

Check Also

Tutup PPSMB, Maba UGM Bentuk Formasi Logo Kampus

UGM Tembus 20 Besar Perguruan Tinggi Asia Tenggara

Edupost.id – Universitas Gadjah Mada menempati peringkat 20 besar perguruan tinggi di Asia Tenggara versi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *