Sabtu , 25 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / ReadMe, Iqro Braile Karya Tim Mahasiswa ITS
ReadMe-Iqro-Braile-Karya-Tim-Mahasiswa-ITS
Tim Mahasiswa ITS. (Foto: its)

ReadMe, Iqro Braile Karya Tim Mahasiswa ITS

Edupost.id – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Rahmat Bambang Wahyuari, Edy Hamid Saifullah, dan Nida Amalia membuat aplikasi hardware berupa konsep iqro braile (ReadMe) yang dirancang secara digital untuk membantu penyandang tunanetra berlatih membaca Al-Quran. ReadMe berhasil meraih juara pertama dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Regional Jawa Timur (MTQ MR) IV di Universitas Trunojoyo Madura beberapa wakru lalu.

“Ide ini sudah tercetus sejak tahun lalu, namun masih terbungkus rapi di kepala,” ungkap Bambang dalam siaran pers.

Piranti yang diciptakan tim, tuturnya, hasil kolaborasi dari Jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika ini berhasil mengharumkan nama ITS di ajang kompetisi mahasiswa. ReadMe berhasil meraih juara pertama dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Regional Jawa Timur (MTQ MR) IV di Universitas Trunojoyo Madura beberapa wakru lalu.

Iqro, lanjutnya, pada dasarnya merupakan sebuah kitab yang berisi cara membaca dan mengeja huruf hijaiyah. Sehingga bagi siapapun yang ingin belajar membaca Al-Qur’an, akan lebih mudah jika belajar iqro terlebih dahulu. Adapun Bambang dan tim mencoba mengemas iqro dalam bentuk digital dengan huruf braile.

ReadMe secara bahasa berarti ‘baca aku’. Benar, nyatanya alat ini mampu mengajak siapapun, khususnya penyandang tunanetra untuk membaca alat tersebut. Tak lain, yang dibaca adalah iqro sebagai panduan untuk membaca Al-Qur’an. Jika dikembangkan lebih lanjut, alat ini memungkinkan para penyandang tunanetra dapat dengan mudah membaca Al-Qur’an tanpa harus terganggu oleh tebalnya setiap lembar mushaf braile konvensional.

“Dengan ReadMe, mushaf yang semula cukup tebal itu dapat  ditransformasi menjadi kotak kecil seukuran tempat nasi. Bahkan tambahan fitur berupa speaker juga turut membantu mereka dalam mempelajari Al-Qur’an,” tambahnya.

Namun, karena membutuhkan kapasitas memori yang besar dan terhalang oleh keterbatasan dana, konten aplikasi yang diciptakan tim masih terbatas. Sementara ini ReadMe baru memiliki enam karakter huruf hijaiyah braile serta dua karakter tambahan sebagai penunjuk halaman.

“Kami ingin ada kerjasama dengan perusahaan, tapi kembali lagi, ada gak perusahaan yang mau untuk investasi?” tanya Bambang ragu. Ia juga mengutarakan keinginannya untuk mengembangkan alat ini hingga tahap pembelajaran tajwid. (ITS/Nisa)

Check Also

Berkat Eceng Gondok, Mahasiswa ITS Raih Best Paper

Berkat Eceng Gondok, Mahasiswa ITS Raih Best Paper

Edupost.id – Tiga mahasiswa ITS berhasil mengantongi predikat Best Paper dalam Seminar Nasional Pengkajian dan Penerapan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *