Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Rektor Dipecat karena Plagiat dan KKN, BEM Aksi Tugu UNJ
Kampus Universitas Negeri Jakarta. dok : unj

Rektor Dipecat karena Plagiat dan KKN, BEM Aksi Tugu UNJ

Edupost.id – Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Djaali telah diberhentikan dari jabatannya oleh Menristek Dikti, Moh. Nasir terkait kasus plagiarisme dan praktik KKN di kampusnya. Sebagai pengganti sementara, Menristek Dikti mengangkat Dirjend Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti Prof. Intan Ahmad sebagai Pelaksana Harian (PLH) Rektor.

Terkait hal ini, Ketua BEM UNJ 2017 Miqdad Ramadhan mengaku kecewa dengan sikap petinggi kampus ini yang telah melakukan tindakan plagiat dan KKN di UNJ. Menurutnya, kasus ini telah mencoreng nama baik UNJ sebagai kampus berprestasi.

“Universitas Negeri Jakarta, sebuah kampus pendidikan yang seharusnya melahirkan nilai-nilai luhur, kini sudah tidak suci lagi. Pendidikan sudah dinodai dengan plagiarisme, KKN, serta kasus-kasus lain yang membuat almamater kita menjadi sorotan. Nama baik UNJ yang sudah susah payah diharumkan oleh prestasi-prestasi mahasiswanya, kini hanya tinggal citra buruk,” katanya Kamis (28/9).

Oleh karenanya, BEM UNJ menggalang mahasiswa untuk menggelar aksi Tujuh Gugatan (Tugu) Rakyat UNJ. Aksi ini dipusatkan di depan Gedung Rektorat Universitas Negeri Jakarta mulai pukul 08.00 WIB. Sebagai bentuk kekecewaan, mereka memakai dresscode hitam dipadu dengan almamater UNJ.

Menurut Miqdad, inilah isi Tujuh Gugatan (Tugu) Rakyat UNJ :

1. Mendesak PLH Rektor untuk menangkap praktik plagiarisme di UNJ dan mencabut gelar akademik bagi para pelakunya

2. Pemberhentian oknum-oknum yang terbukti tidak benar dalam proses pengangkatannya di Universitas Negeri Jakarta

3. Menuntut PLH Rektor UNJ menjamin terwujudnya kampus UNJ yang demokratis

4. Memperbaiki sistem tata kelola kampus UNJ

5. Mencabut pelaporan kepolisian terhadap dosen

6. Transparansi mekanisme keuangan dan peraturan remunerasi dosen

7. Pakta Integritas untuk seluruh pejabat universitas untuk berkomitmen dengan reformasi tata kelola UNJ dengan meletakkan prinsip keluhuran universitas dan tidak terlibat dalam persekongkolan dengan oknum-oknum pragmatisme di kampus. Jika mereka menyimpang di tengah jalan, siap dibebastugaskan.

“Maka kini bergerak adalah bukti bahwa kita menolak adanya dosa-dosa itu sekaligus menjadi salah satu bentuk kecintaan terhadap kampus dan nilai moral yang patut diperjuangkan,” seru Miqdad. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *