Sabtu , 21 April 2018
Home / Kabar Kampus / Rektor UGM : Tenaga Asing Datang Berbondong-bondong, Imbangi Kompetensi Mereka
Rektor UGM Panut Mulyono
Rektor UGM Panut Mulyono

Rektor UGM : Tenaga Asing Datang Berbondong-bondong, Imbangi Kompetensi Mereka

Edupost.id – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono mengatakan, dalam usia 68 tahun, UGM tetap siap berkontribusi mendidik putra-putri dari seluruh penjuru tanah air. Hal ini demi meningkatkan kemampuan daya saing bangsa. Sebab, maju dan tidaknya sebuah bangsa, kata Rektor, ditentukan dari faktor kualitas pendidikan.

“Kita harus memenangkan kompetisi global dengan SDM yang berkualitas, jangan sampai tenaga asing berbondong-bondong datang ke sini lalu kita tidak bisa mengimbangi kompetensi mereka,” tuturnya.

Selain itu, katanya, UGM kini tengah mengupayakan untuk menghilirisasi produk riset untuk mengurangi ketergantungan kita pada produk impor, salah satunya menghilirasi produk riset di bidang kesehatan.

Terkait Dies Natalis ke 68, Rektor mengatakan, UGM masih akan dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan, seperti pagelaran wayang purwa di Balairung, Jumat (15/12), sepeda jarak jauh Pangandaran –Yogyakarta (15-17 Desember), dan Sarasehan pemuka adat budayawan di Balai Senat, Sabtu (16/12). Kegiatan lainnya adalah pawai nitilaku dari Kraton ke Balairung, Minggu (17/12), Seminar Bela Negara di Balai Senat, Selasa (19/12), dan pentas ketoprak ludruk di PKKH, Jumat (22/12).

Koordinator panitia kegiatan Nitilaku, Hendrie Adji Kusworo, mengatakan kegiatan pawai nitilaku yang bertemakan perjuangan masa tempo dulu. Acara ini melibatkan sekitar 6.000 orang yang berjalan kaki dari Kraton menuju kampus UGM menggunakan busana era zaman dulu dan busana adat nusantara.

Panitia dies, kata Hendrie, menyiapkan 20 panggung di sepanjang jalan dari Kraton, Malioboro, dan Mangkubumi yang akan diisi dengan pentas seni tradisional dan modern. Di sepanjang jalan juga akan diperdengarkan lagu-lagu lama di masa awal perjuangan.

“Di sepanjang Malioboro akan diputar lagu di era zaman dulu. Puncaknya peserta berkumpul di halaman Balairung,” katanya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=