Minggu , 22 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Rintis Volunteer Doctors, Dosen Unpad Raih ASEAN Youth Award
Rintis Volunteer Doctors, Dosen Unpad Raih ASEAN Youth Award
Rintis Volunteer Doctors, Dosen Unpad Raih ASEAN Youth Award (foto: Unpad)

Rintis Volunteer Doctors, Dosen Unpad Raih ASEAN Youth Award

Edupost.id – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dr. Dani Ferdian meraih ASEAN Youth Award, sebuah penghargaan dari ASEAN bagi para pemuda terbaik di tingkat ASEAN. Penghargaan ini ia raih dalam rangkaian pelaksanaan  Senior Official Meeting on Youth ke-8 di Siem Reap, Kamboja, 25-26 Agustus 2016 lalu.

Penghargaan tersebut diraih Dani atas berbagai kiprahnya terkait pembangunan kepemudaan, salah satunya adalah melalui gerakan Volunteer Doctors yang ia inisiasi. Volunteer Doctors merupakan sebuah gerakan sosial kepemudaan yang bergerak di bidang  sosial, kemanusiaan, dan kesehatan. Gerakan ini telah berdiri sejak tahun 2009, dimana saat itu dr. Dani masih menjadi mahasiswa tingkat 2 di FK Unpad.

“Selain untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, tujuan dari gerakan ini untuk membangun karakter, terutama para calon tenaga kesehatan dari sisi empati, kepekaan sosial, dan semangat kerelawananan,” ungkap dr. Dani.

Bermula dari kegiatan yang dilaksanakan di Jawa Barat, gerakan ini kini sudah berkembang ke sejumlah daerah seperti di Jakarta, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Bahkan, setelah Volunteer Doctors dikenalkan hingga tingkat ASEAN, beberapa negara pun tertarik untuk menduplikasi kegiatan ini.

Hingga saat ini, Volunteer Doctors telah menggerakan lebih dari 1.000 pemuda, yang bukan hanya berasal dari bidang kedokteran, tetapi juga berasal dari bidang lain di rumpun kesehatan dan non kesehatan. Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah tenaga profesional dari berbagai bidang.

“Jadi kolaborasi antar semua (bidang) itu. Karena kan tujuannya selain memberi manfaat ke masyarakat sesuai dengan apa yang masyarakat butuhkan, kita juga sebenarnya sedang mempersiapkan para calon profesional yang akan datang agar lebih humanis dengan berbagai kegiatan yang kita lakukan. Itulah kenapa kita mengkolaborasikan antara profesional dan non-profesional, dan kita pun tidak mengkolaborasikan hanya bidang kedokteran saja karena dalam melakukan aktivitas medical social pun ya dokter tidak bisa melakukan itu sendiri, makanya butuh kolaborasi,” papar dr. Dani.

Dalam gerakan ini, ada banyak aktivitas yang dilakukan terkait kemaslahatan masyarakat dan pembangunan karakter pemuda, seperti bantuan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, pembinaan anak jalanan, donor darah, penelitian, tanggap bencana, kunjungan sosial, seminar/talkshow, pemberdayaan masyarakat dan sebagainya.

Dengan terpilihnya ia menjadi peraih penghargaan di tingkat ASEAN tersebut, dr. Dani pun bertekad untuk semakin meningkatkan kualitas gerakan kepemudaannya untuk kemaslahatan masyarakat. Ia sendiri mengungkapkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan yang ingin raih. Berbagai aktivitas kepemudaan yang ia lakukan merupakan passion yang ia jalankan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan para pemuda.

“Ini satu hal yang di luar dugaan dan bukan tujuan saya. Tapi dengan mendapatkan penghargaan seperti ini, tanggung jawab kami menjadi lebih besar karena kami harus lebih baik, dari segi kualitas gerakan, maupun dengan melahirkan gerakan serupa di provinsi lain bahkan ASEAN. Kemanfaatannya pun harus dapat dirasakan hingga di tingkat ASEAN,” harap dr. Dani.

Selain penghargaan tersebut, ada sejumlah penghargaan lain yang pernah dr. Dani dapatkan terkait gerakan kepemudaan yang ia geluti. Diantaranya adalah Sabilulungan Award sebagai Pemuda Inspiratif dari Bupati Bandung (tahun 2016), Penghargaan Satu Indonesia Award dari PT. Astra International, Tbk (2015), Inspiring Student Social Movement dari Masyarakat Ilmuan dan Teknologi Indonesia (2012), dan Ashoka Young Change Makers dari Ashoka Indonesia (2012).

Selain Volunteer Doctors, dr. Dani pun aktif di berbagai aktivitas kepemudaan lain, seperti aktif melakukan pendampingan dan pembinaan di berbagai organisasi kemahasiswaan, serta ikut mengembangkan  komunitas dan berbagai gerakan sosial lain di berbagai daerah di Indonesia.

Sebelum terpilih menjadi perwakilan Indonesia di tingkat ASEAN, dr. Dani sendiri merupakan salah satu peraih penghargaan Pemuda Pelopor Berprestasi Terbaik tingkat Nasional dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI tahun 2015 untuk bidang Sosial, Budaya, Pariwisata, dan Bela Negara. Secara keseluruhan, ada 5 pemuda yang meraih penghargaan tersebut untuk 5 bidang.

“Dari lima bidang itu, kemudian Kemenpora melakukan seleksi lagi untuk memilih satu orang sebagai pemuda terbaiknya. Satu pemuda dipilih untuk diberangkatkan ke ASEAN untuk direkognisi mendapat penghargaan tingkat ASEAN,” jelas pria kelahiran Bandung, 5 April 1989 ini.

Check Also

Universitas Padjajaran (unpad)

Unpad Tandatangani Piagam Kerja Sama dengan FPCI

Edupost.id – Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad dan Founder of Foreign Policy Community …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *