Rabu , 18 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Rumah Angklung Mahasiswa ITB Raih Penghargaan di Korea Selatan

Rumah Angklung Mahasiswa ITB Raih Penghargaan di Korea Selatan

BANDUNG – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB0, Lydia Ignacia (Teknik Kimia 2011) bersama dengan rekannya, Andika, mahasiswa ITS berkreasi dengan membuat rumah angklung yang dinamakan “House of Angklung (HoA) Surabaya”. Berkat idenya itu, Lydia meraih penghargaan di ajang Social Venture Challenge (SVC) 2015 yang digelar di Goyang-City, Korea Selatan pada Maret lalu.

Kompetisi SVC digagas oleh Organisasi Non-Pemerintah di Amerika Serikat bernama Resolution Project yang merupakan bagian terintegrasi dari rangkaian acara Harvard World Model United Nations 2015. “HoA Surabaya berkompetisi dengan 200 ide lainnya di  SVC 2015 ini, kemudian disaring hingga 16 tim pada babak semifinal, dan pada akhirnya hanya lima tim yang lanjut ke tahap final,” ungkap Lydia.

Konsep yang dibawa HoA Surabaya ini selain mengedepankan aspek kepedulian sosial, juga memuat sisi kewirausahaan untuk menjangkau aspek jangka panjang dan sustainable seperti yang diharapkan oleh Resolution Project. “Konsep Sociopreneur yang diterapkan pada HoA Surabaya inilah yang mengantarkan kami mendapatkan penghargaan Resolution Fellowship, serta uang senilai 3000 USD yang akan digunakan untuk melaksanakan proyek ini,” papar Lydia.

HoA Surabaya adalah bentuk sanggar ekspansi dari komunitas angklung Surabaya yang didirikan pada 2013 lalu. “HoA Surabaya adalah sebuah wadah bagi mereka yang mencintai angklung sekaligus memiliki niatan untuk berbagi kepada sesama, mengingat target utama dari angklung adalah anak jalanan yang putus sekolah untuk diajarkan supaya dapat bermain dan sekaligus menjadi pengajar angklung,” terang Lydia.

Lydia menyebutkan, sekarang ini sudah lebih dari 60 anak jalanan yang aktif dalam HoA Surabaya ini. “Dalam HoA Surabaya juga kami berusaha menerapkan aspek wirausaha dengan cara menjual angklung dalam bentuk alat musik maupun souvenir yang dihiasi dengan desain batik,” tutur Lydia.

Saat ini HoA Surabaya sedang  mengembangkan website serta aplikasi pada smartphone untuk memudahkan konsumen dalam membeli produk-produk yang diproduksi pada HoA Surabaya. Keuntungan penjualan diberikan ke anak jalanan untuk membantu biaya sekolahnya. (ITB/IK-SS)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran Bidikmisi 2017 Sudah Dibuka

Edupost.ID – Proses pendaftaran Bidikmisi 2017 mulai dibuka. Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *