Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Rumah Tempe IPB Sajikan Es Krim hingga Burger dari Tempe

Rumah Tempe IPB Sajikan Es Krim hingga Burger dari Tempe

BOGOR – Rumah Tempe rintisan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berlokasi di Kota Bogor ini, menjadi rujukan banyak pengrajin dan pengusaha tempe di seluruh tanah air bahkan manca negara. Rumah produksi tempe ini berusaha menjamin kualitas produksi olahannya, selain itu menyelenggarakan training yang dapat diikuti para pengrajin tempe.

Semula, tempe dicitrakan sebagai makanan kelas rendah, hal itu bisa jadi karena dulu pengolahan tempe masih tradisional seperti diinjak-injak dengan kaki. Namun, kini pengolahan tempe sudah modern dan menggunakan alat-alat produksi yang anti karat dan berbahan stainless steel, para pekerja juga memakai seragam yang serba bersih. Citra modern ini yang sengaja dimunculkan Rumah Tempe IPB, seperti yang diungkapkan Prof Made Astawan, Guru Besar IPB, salah satu penggagas Rumah Tempe.

Rumat Tempe IPB mengolah berbagai olahan tempe seperti keripik, botok, sambal goreng (tempe generasi I). Selain itu, IPB juga menyajikan tempe generasi II yakni tepung tempe, bubur bayi, susu tempe, biskuit, es krim, burger, sosis, berbagai minuman instan, cookies, dan produk lain yang tidak lagi mempunyai bentuk dan rasa khas tempe.

Kemudian, produk generasi III juga dihasilkan IPB, berbentuk antioksidan pencegah kanker, senyawa penurun kolesterol darah, isoflavon dan saponin yang mempunyai aktivitas antivirus. Komponen-komponen aktif ini dikapsulkan dan dijual sebagai makanan sehat atau food supplement.

Made Astawan, yang juga Ketua Forum Tempe Indonesia, menyampaikan, citra penganan tempe sempat tidak begitu bagus sebelum ada laporan ditemukan beberapa keuntungan dari segi gizi dan khasiat medis dalam beberapa penelitian ilmiah. Tempe, lanjutnya, mengandung zat antioksidan dalam bentuk isoflavon, antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas yang dapat menyebabkan tumor, kanker, penuaan dan kematian sel.

Tempe kini telah menjadi pangan tren dunia, terutama Jepang dan Australia. 200 juta vegetarian di dunia juga menggemari produk fermentasi kedelai ini. (IPB/IK-SS)

Check Also

Monica, Siswa MTs Yapi Sleman

Monica, Siswa MTs Yapi Sleman Jadi Pembicara di Forum WHO

Edupost.id – Seorang bocah perempuan bernama Monica beberapa hari ini mendadak viral di dunia maya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *