Kamis , 14 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Segarnya Permen Kayu Putih Inovasi Peneliti IPB
Permen Kayu Putih Inovasi Peneliti IPB
Permen Kayu Putih Inovasi Peneliti IPB

Segarnya Permen Kayu Putih Inovasi Peneliti IPB

Edupost.id – Apa jadinya jika tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi Roxb.) diolah menjadi permen seperti yang ditemukan peneliti IPB Prof. Dr. C. Hanny Wijaya. Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) ini telah mendapatkan hak paten atas komposisi Cajuputs Candy sebagai pelega tenggorokan.

Inovasi Cajuputs Candy merupakan produk konfeksioneri fungsional dengan komponen utama yaitu sukrosa dan komponen flavor yaitu ekstrak kayu putih dan ekstrak peppermint alami. Permen ini memiliki dua varian rasa yaitu Hard candy (original) dan Soft candy (citaras orisinil dan creamy fruity) yang saat ini sedang dikembangkan. Beberapa inovasi produk seperti “Cajuputs Candy tanpa sukrosa” yang rendah kalori dengan komposisi utama isomalt yang diperkaya flavor buah.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Cajuputs Candy mampu menghambat pembentukan biofilm bakteri Streptococcus mutans, dan Streptococcus sobrinus yang biasa menyebabkan karies pada gigi, serta mampu menghambat viabilitas dan pembentukan biofilm Candida albicans. Permen ini juga mempunyai potensi menjaga homeostasis mikroflora dalam mulut dan berfungsi sebagai oral health care yang mampu mencegah karies pada gigi dan infeksi pada luka di rongga mulut.

Cajuputs Candy muncul menjadi suatu produk dengan bercirikan bahan baku lokal, murah, praktis, mudah dan menyehatkan. Bahan baku permen ini sendiri berbahan minyak atsiri dari tanaman kayu putih yang diperoleh dari Pulau Buru dan Kepulauan Maluku,” ujar Prof. Hanny.

Prof. Hanny menjelaskan, kendala yang dihadapi saat ini yaitu produksi minyak kayu putih yang dihasilkan setiap daerah berbeda kualitasnya, sehingga perlu dilakukan standardisasi ekstrak minyak kayu putih. Ia dan mahasiswa bimbingannya berencana akan melakukan pemetaan terhadap kualitas minyak kayu putih yang dihasilkan setiap daerah, yang akhirnya diperoleh daerah penghasil minyak kayu putih terbaik. (IK-SS)

Check Also

Mahasiswa IPB Ciptakan Eco Selebgram untuk Generasi Millenial

Edupost.id – Yazidah Nur Rahmah, mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *