Kamis , 14 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Semnas UNY, Tahun 2045 Mahasiswa yang Kuasai Negara
mahasiswa
Ilustrasi. Mahasiswa (foto: ITB dok.)

Semnas UNY, Tahun 2045 Mahasiswa yang Kuasai Negara

Edupost.id, Yogyakarta – Mahasiswa berpeluang menjadi pemimpin negara pada tahun emas Indonesia, 2045. Hal ini didasarkan pada perhitungan usia produktif pemimpin negara yang mencapai usia 40-60 tahun. Mahasiswa yang saat ini memasuki usia 20 tahunan akan berada pada rentang usia produktif tersebut pada 2045.

Demikian yang disampaikan, Sekretaris Ditjend Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Sutrisna Wibawa, ketika menjadi pemateri dalam Seminar Nasional di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY. Seminar Nasional bertajuk “Urgensi Pendidikan dalam Memperkuat Peran Indonesia Menghadapi Perekonomian Global” ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi (Himadiksi) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Pada tahun 2045 ya anda ini yang akan menguasai negara,” ujar Sutrisna kepada para peserta seminar yang didominasi mahasiswa.

Ditambahkannya, kenyataan ini tentu saja menjadi tantangan berat bagi para mahasiswa. Mahasiswa harus memiliki inovasi dan daya saing yang tinggi untuk merebut posisi strategis. Di era persaingan ketat dunia ekonomi dalam pusaran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Indonesia dituntut untuk selalu berbenah. Sumber daya manusia yang berkualitas, menurut Sutrisna, menjadi salah satu penopang kemajuan yang utama. Dan sumber daya manusia yang bermutu itu mustahil terwujud tanpa dukungan pendidikan yang baik.

Ironisnya, Balai Pusat Statistik (BPS) menurunkan data yang mencengangkan. Lebih dari 44% tenaga kerja Indonesia hanya berpendidikan SD. Dan hanya 11% yang berpendidikan tinggi (diploma dan sarjana). Ini tentunya harus menjadi perhatian berbagai pihak, karena rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Indonesia.

Diakui Sutrisna, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia sebenarnya sudah mencapai angka 31%. Ia juga tidak tahu pasti mengapa BPS menyebut hanya 11% tenaga kerja Indonesia yang berpendidikan tinggi. “Mungkin masih banyak yang belum tercatat karena masih kuliah,” katanya.

Saat ini, menurut Sutrisna, Kemenristek Dikti tengah melakukan upaya peningkatan SDM bangsa. Menurutnya, perguruan tinggi memegang peran penting meningkatkan kualitas SDM bangsa Indonesia. “Perguruan tinggi berkewajiban mengembangkan diri mahasiswa agar menjadi pemuda berkualitas, dan mampu berkompetisi di wilayah global,” ujar Sutrisna. (Andi)

Check Also

Tahun 2018 Semua Sekolah Harus Terapkan Kurikulum 2013

Edupost.id – Pada tahun 2018 semua sekolah di Indonesia sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *