Senin , 28 Mei 2018
Home / Kabar Kampus / Setelah Angklung Robot, Ilmuwan Ini Ciptakan Mesin Fotonik Batik
Kebudayaan Indonesia, Batik
Ilustrasi. Kebudayaan Indonesia, Batik

Setelah Angklung Robot, Ilmuwan Ini Ciptakan Mesin Fotonik Batik

Edupost.id – Batik yang merupakan kebudayaan Indonesia ini masih dibuat secara tradisional.Ketersediaan cahaya matahari menjadi faktor penting untuk memproduksinya. Untuk menyiasati cuaca yang mendung, ilmuwan ITB menciptakan inovasi berupa mesin fotonik batik.

Dr. Ir. Eko Mursito Budi, M.T, yang meupakan pakar Teknik Fisika mencoba mengaplikasikan penggunaan teknologi pengganti sinar matahari pada pembuatan kain batik tradisional Indonesia agar batik dapat diproduksi dimana dan kapan saja, dan dengan kualitas yang konsisten. Kuncinya adalah memahami proses aktifasi pewarna indigosol yang tergantung pada foton atau partikel elementer cahaya. Alat ini kemudian disebut mesin batik fotonik.

Perjuangan Dr. Eko untuk menciptakan mesin fotonik batik tidaklah mudah. Ia yang sebelumnya pernah sukses menciptakan Klungbot  (Angklung Robot) ini, harus mempertimbangkan banyak hal untuk mengintegrasikan semua komponen pada mesin fotonik tersebut.

Riset pertamanya tentang mesin fotonik batik dimulai di tahun 2015. Dengan dana sebesar 40 juta rupiah yang ia dapatkan dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) ITB, maka mesin fotonik batik generasi pertama berhasil diciptakannya.

Pantang menyerah, Dr. Eko tetap bersemangat melanjutkan riset mesin fotoniknya. Setelah sukses dengan purwarupa kedua, selanjutnya ia dibantu oleh Harris Suwignyo , Amron Naibaho dan Nugroho Hari Wibowo yang juga merupakan mahasiswanya di Teknik Fisika. Kali ini, Dr. Eko dan tim mahasiswanya berhasil mengembangkan sistem fotonik batik yang dapat menggerakkan kain ke dalam mesin secara otomatis menggunakan conveyor. Keberhasilannya ini meningkatkan level kesiapan produksi ke TRL level 7.

“Karya inovasi mesin fotonik ini tidak lagi hanya dipamerkan, bahkan saat ini sudah digunakan oleh PT. Batik Komar dalam memproduksi batik. Sebagai bukti, untuk musim panas 2018, PT Batik Komar telah mengekspor 3000 kain batik indigosol ke Eropa, dimana sebagian diproses dengan mesin batik fotonik,” ungkapnya.  (ITB/IK-SS)

 

 

Check Also

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Ingin Kuliah di ITB? Masih Ada 1.636 Kursi Lagi lewat Jalur SBMPTN!

Edupost.id – Anda berminat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) ? Jangan kuatir masih ada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=