Selasa , 22 Agustus 2017
Home / Kabar Kampus / SINOM, Cara Mudah Belajar Etnik di Indonesia
SINOM, Cara Mudah Belajar Etnik di Indonesia
SINOM, Cara Mudah Belajar Etnik di Indonesia (Unair dok.)

SINOM, Cara Mudah Belajar Etnik di Indonesia

Edupost.id – Mengenal budaya Indonesia merupakan hal yang penting, namun saat ini generasi muda enggan untuk mempelajarinya. Atas latar belakang tersebut, digagaslah suatu kreativitas berupa buku SINOM (Sinau Ambek Dolan), Cara Mudah Belajar Etnik di Indonesia.

SINOM merupakan buku etnik karya tim mahasiswa Universitas Airlangga yang terdiri dari Nanda Elanti Putri (FKM 2015), Khadijah Aufadina (FIB 2014), Desti Nayunda Lulu (FKP 2016), dan Magita Novita Sari (FKP 2013).

Nanda Elanti Putri menjelaskan, SINOM (Sinau Ambek Dolan) memiliki pembelajaran yang menyenangkan dan dapat meningkatkan daya kognisi anak melalui permainan di dalamnya. Selama ini anak-anak mudah bosan dengan pembelajaran yang monoton dan biasa-biasa saja.

Ia menambahkan, SINOM merupakan Quiet Book pertama yang ada di Indonesia yang bertema budaya etnik Nusantara. Buku ini terinspirasi dari Quiet Book yang ada di luar negeri. Namun, SINOM sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mempelajari budaya etnik di Indonesia.

Produk SINOM ini menggunakan konsep empat dimensi, dimana karakter budaya Indonesia yang  akan  dikenalkan kepada anak dapat dibongkar pasang layaknya bermain boneka Barbie yang bisa diganti-ganti pakaiannya. Namun, pada produk SINOM ini, pakaian yang dapat diganti-ganti adalah pakaian adat Indonesia dari Sabang sampai Marauke.

”Buku ini dapat digunakan untuk generasi muda, khususnya anak PAUD, TK, dan SD karena di dalamnya berisi permainan seperti membaca, berhitung, memadukan warna dan lain sebagainya. Selain belajar dan bermain, SINOM dapat melatih kognisi anak-anak,” tukasnya.

Buku SINOM ini berisi tentang budaya etnik yang ada di Indonesia, misalnya pakaian daerah, rumah daerah/adat, alat musik daerah, dan senjata khas suatu daerah. Berbagai macam budaya etnik ini dibagi ke dalam tiga edisi. Edisi I tentang budaya etnik Sumatera, edisi II tentang budaya etnik di Jawa, Bali, NTT, NTB dan Papua, sedang edisi III tentang budaya etnik di Sulawesi dan Kalimantan. (Unair/ IK-SS)

Check Also

Antisipasi Banjir dengan Zephyrus Inovasi ITB

Antisipasi Banjir dengan Zephyrus Inovasi ITB

Edupost.id – Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di dunia yang menimbulkan korban jiwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *