Rabu , 23 Agustus 2017
Home / Kabar Kampus / Solahen Inovasi Unpad, Solusi Listrik di Daerah Terpencil
Solahen Inovasi Unpad, Solusi Listrik di Daerah Terpencil
Solahen Inovasi Unpad, Solusi Listrik di Daerah Terpencil (Unpad dok.)

Solahen Inovasi Unpad, Solusi Listrik di Daerah Terpencil

Edupost.id – Masih banyaknya daerah di Indonesia yang belum terjangkau aliran listrik menggugah mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) mencari solusi atas permasalahan tersebut. Mereka mengembangkan “Solahen” (Solusi Lampu Hemat Energi), sistem pasokan listrik yang menggunakan solar panel sebagai sumber energinya.

Tim tersebut terdiri dari Andika Lipo Sumatara, Ronaldo Hadyanto Manik, Fadhulloh Nugraha Setiawan, dan Rhesa Setyo Santoso. Lipo, penggagas ide ini mengatakan, Solahen memanfaatkan energi matahari untuk dikonversi ke dalam solar panel. Energi kemudian disimpan dalam aki dan dialirkan ke dalam lampu-lampu rumah. Sistem dibuat sederhana agar masyarakat dapat melakukan instalasi dengan mudah, bahkan dapat dilakukan oleh kelompok usia apa saja.

Harga satu set Solahen cukup menghabiskan biaya 2 juta rupiah. Khusus, untuk program penjangkauan ke masyarakat terpencil, Lipo dan rekannya menggratiskan seluruh biaya pengadaan alat dan pemasangan instalasi. “Kita memang targetkan masyarakat mendapat produk ini dengan gratis,” tutur Lipo.

Produk ini kemudian dikembangkan lebih luas dengan nama “Indonesia Terang” sejak 2015. Berbeda dengan program Indonesia Terang milik pemerintah, program milik Lipo dan kawan-kawan sudah jauh diaplikasikan di masyarakat sejak 2014. Sampai saat ini sudah banyak wilayah yang dibantu oleh Lipo. Mulai dari pelosok Sumatera Barat, Riau, Maluku, Papua Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, hingga Kalimantan Timur.

Saat ini, Lipo tengah menjalankan pemasangan Solahen di lima desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sebanyak 218 unit rumah di 5 Desa tersebut dipasangkan Solahen. Lipo menjelaskan, biaya instalasi Solahen di 5 desa tersebut murni mengandalkan anggaran dana desa (ADD).

Di lima desa tersebut, Solahen dipasangkan terdiri atas tiga unit, berkekuatan 20 watt pico (wp), 50 wp, dan 100 wp. Untuk solar panel berkekuatan 50 wp dan 100 wp, daya listrik yang dihasilkan bisa untuk konsumsi televisi.Target Solahen sederhana, dapat menjangkau wilayah-wilayah yang belum teraliri listrik. Untuk itu, Lipo dan tim berusaha untuk mendapatkan hibah atau dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk melanjutkan program Solahen ke wilayah-wilayah selanjutnya. (Unpad/ IK-SS)

Check Also

Antisipasi Banjir dengan Zephyrus Inovasi ITB

Antisipasi Banjir dengan Zephyrus Inovasi ITB

Edupost.id – Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di dunia yang menimbulkan korban jiwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *