Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Tim Ilmuwan UB Ciptakan Kursi Roda Pintar untuk Difabel
Tim Ilmuwan UB Ciptakan Kursi Roda Pintar untuk Difabel
Tim Ilmuwan UB Ciptakan Kursi Roda Pintar untuk Difabel

Tim Ilmuwan UB Ciptakan Kursi Roda Pintar untuk Difabel

Edupost.id – Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) membuat sebuah alternatif teknologi untuk memudahkan mobilitas penyandang disabilitas yang diberi nama ‘Smart Wheelchair’ atau Kursi Roda Pintar.

Selama ini kursi roda yang ada baik manual maupun otomatis masih membutuhkan kerja tangan penderita untuk menggerakkan roda atau mengoperasikan joystick pada kursi roda listrik. Bagi penyandang cacat tangan dan kaki akan sulit mengoperasikan secara mandiri kursi roda tersebut dan jika mengandalkan caregiver akan sulit bagi penyandang disabilitas untuk menjangkau lokasi-lokasi tertentu karena kursi roda harus didorong oleh caregiver. Berbagai permasalahan itulah yang kemudian mendorong grup riset computer vision untuk membuat smart wheelchair.

Ketua Grup Riset Computer Vision, Fitri Utaminingrum menyampaikan, smart wheelchair untuk difabel ini merupakan generasi yang kedua. Pada generasi pertama, smart wheelchair dibuat hanya dapat digerakkan menggunakan remote control. Pada pengembangan versi kedua smart wheelchair sudah dilengkapi dengan teknologi multi navigasi yang memiliki lima fitur input perintah untuk mengoperasikan pergerakan kursi roda.

Baca juga: Kedokteran Hewan UB Ciptakan Terapi Sedot Lemak

Adapun fitur pertama dengan menggunakan input perintah melalui LCD yang terpasang di smart wheelchair. Pengguna tinggal menyentuh arah panah kanan kiri atau atas bawah pada layar LCD untuk menggerakkan kursi roda ke kanan kiri atau depan belakang. Kedua dengan menggunakan handphone memungkinkan pengguna dapat mengoperasikan pergerakan kursi roda dengan dikontrol melalui handphone yang telah terinstal aplikasi khusus.

Ketiga dengan menggunakan perintah suara, pengguna dapat menggerakkan kursi roda dengan mengucapkan arah yang ingin dituju. Kursi roda yang telah dilengkapi dengan sensor suara akan menangkap suara pengguna dan kemudian bergerak sesuai perintah. Keempat dengan pergerakan kepala, pengguna dapat mengontrol gerak kursi dengan gerakan kepalanya. Kelima adalah fitur human tracking, dimana kursi roda akan bergerak mengikuti orang didepannya, sehingga guide atau caregiver tidak perlu mendorong kursi roda dan lebih bebas bergerak. (UB/ IK-SS)

Check Also

unbraw

UB Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional SAADC ke-6

Edupost.id – Tahun ini Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) dipercaya menjadi tuan rumah konferensi internasional Sustainable Animal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *