Jumat , 20 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Tim IPB Raih Penghargaan dari UNICEF

Tim IPB Raih Penghargaan dari UNICEF

Edupost.ID, Bogor – Maraknya kasus bullying dikalangan pelajar membuat kelima mahasiswa ini mendapatkan penghargaan dari UNICEF dengan program ‘We are Siblings’. Merekalah Aldila Setiawati, Ayendha Kukuh Pangesti, Cynthia Andriani, Kurnia Nur Faridah dan Muhammad Abdullah Mujahid yang berhasil membuat program untuk mengatasi masalah bullying.

Para mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertania (FATETA) IPB Bogor, berhasil menempati urutan kedua setelah tim negara Nikaragua dalam ajang Global Design for UNICEF Challenge di Jakarta pada beberapa waktu yang lalu. Mereka bersaing dengan 50 tim dari enam negara yaitu Cile, Indonesia, Kosovo, Lebanon, Nikaragua dan Zambia.

“Program ‘We are Siblings’ bertujuan untuk mencegah adanya tindakan bullying sekaligus dapat membantu menjadi tindakan curative bagi korban bullying. Sehingga mereka tidak merasa sendiri. Semoga hal kecil ini dapat memberi efek yang besar bagi semua. Karena ‘We are Siblings’ simple thing huge impact,” ujar Aldila Setiawati kepada Edupost.ID, (4/1).

Hal serupa dijelaskan oleh Ayendha Kukuh Pangesti, ‘We are Siblings’ adalah program yang berorientasi pada aksi penyembuhan (curative) dan pencegahan (preventive) aksi bully di sekolah. Program ini mengikutkan peran anak, orangtua, guru dan anak muda. Persiapan yang dilakukan oleh tim yaitu berdiskusi dengan tim, orang sekitar, mentor, dosen, mencari literatur, membaca press release UNICEF.

Ayendha lebih lanjut menerangkan bahwa tantangan ditunjukan kepada pemuda di dunia untuk membuat sebuah inovasi teknologi atau program. Program tersebut bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan di beberapa negara. Program harus sesuai dengan topik child protection, emergencies dan sanitation. Intinya kompetisi ini mengenai ‘Wearebles for Goods’, lebih kepada penggunaan teknologi.

Sejumlah tokoh menjadi inspirasi bagi setiap anggota sehingga mereka bisa mewujudkan programnya. Seperti yang diungkapkan Kurnia Nur Faridah, tokoh yang menjadi inspirasinya adalah Kak Seto. Kak Seto adalah tokoh yang fokus pada hak dan perlindungan anak di Indonesia.

Lain halnya dengan Cynthia Andriani. Menurutnya terdapat satu hal yang membuat tim mereka bertahan dan semangat, yaitu karena anak-anak. Merekalah generasi penerus yang sangat disayangkan jika bullying menjadi penghambat. Kasus ini merupakan tanggungjawab semua orang.

Banyak yang harus dipersiapkan oleh seluruh anggota tim. “Rencana kedepannnya yaitu mengembangkan kembali konsep kami ke skala prototype. Sedang dalam masa evaluasi dan setelah itu kami menginginkan untuk mengembangkannya ke skala yang lebih besar,” ujar Muhammad Abdullah Mujahid. (Nisa)

Check Also

menumbuhkan minat baca pada anak

Ingin Anak Anda Hobi Membaca? Ikuti Langkah Ini

Edupost.id –  Semua orangtua tentu menginginkan hal terbaik untuk masa depan buah hatinya. Memiliki kebiasaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *