Selasa , 12 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Tim UGM Raih Juarai Kompetisi Debat Asia
Tim UGM Raih Juarai Kompetisi Debat Asia
Tim UGM Raih Juarai Kompetisi Debat Asia

Tim UGM Raih Juarai Kompetisi Debat Asia

Edupost.Id – Tim English Debate Society (EDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengukir prestasi di kancah internasional. Tim yang beranggotakan Noel Hasintongan Simatupang dan Dhanny Lazuardi ini berhasil meraih juara dua dalam kompetisi Asian English Olympic (AEO) di Universitas Bina Nusantara, 9-13 Februari 2017.

AEO merupakan kompetisi debat Bahasa Inggris tingkat Asia yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Universitas Bina Nusantara. Acara kali ini diikuti sebanyak 64 tim dari berbagai SMA dan perguruan tinggi di berbagai negara Asia, seperti Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan lainnya.

“Kami melakukan debat dalam berbagai tema, seperti politik, sosial, budaya, ekonomi, hukum, serta isu-isu yang tengah berkembang di dunia,” papar Noel, Kamis (23/2).

Tidak hanya sukses menyabet gelar juara AEO secara tim, pada kompetisi ini keduanya juga berhasil meraih penghargaan individual. Noel Hasintongan terpilih sebagai 2nd best speaker dan Dhanny Lazuardi sebagai 3rd best speaker.

Dijelaskan, mereka harus melalui serangkaian tahapan seleksi meliputi babak pra eliminasi, babak perempat final, semi final, dan final. Pada babak final, tim UGM bertemu dengan tim Singapore Management University (SMU), Solbridge University, dan Universitas Indonesia. Dalam babak tersebut memperdebatkan isu komunitas muslim Rohingya di Myanmar. Saat itu, tim UGM berlaku sebagai Opening Goverment.

“Akhirnya, kami terpilih sebagai juara dua, sementara juara satu diraih tim SMU dan posisi tiga tim Solbridge University,” jelasnya.

Sry Hardini Puteri, salah satu pelatih tim EDS UGM berharap, prestasi yang diraih timnya bisa memacu semangat anggota EDS lainnya untuk turut berprestasi. Dia mengaku akan terus memperkuat kualitas anggotanya dengan rutin mejalani latihan sekali dalam seminggu. Selain itu, juga melakukan pelatihan secara intensif selama 2-3 bulan untuk persiapan menghadapi lomba.
“Saat ini tidak sedikit tim dari universitas lain di Indonesia yang mendatangkan foregin coach untuk meningkatkan kualitas anggotanya. Kami pun berharap dukungan universitas untuk fasilitasi hal tersebut,” harapnya. (Andi)

Check Also

Mahasiswa UGM Sulap Limbah Sawit Jadi Gas Hidrogen

Mahasiswa UGM Sulap Limbah Sawit Jadi Gas Hidrogen

Edupost.id – Limbah sawit cair berupa Palm Oil Mill Effluent (POME) dari industri sawit belum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *