Jumat , 24 November 2017
Home / Kabar Kampus / Tim UMY Juarai Kompetisi Muatan Roket Indonesia
Tim UMY Juarai Kompetisi Muatan Roket Indonesia
Tim UMY Juarai Kompetisi Muatan Roket Indonesia

Tim UMY Juarai Kompetisi Muatan Roket Indonesia

Edupost.id – Tim Mr. Cilindro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menjuarai Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Balon Atmosfer (Kombat) pada 22 – 25 Agustus 2017 lalu di Lapan Garut. Perlombaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), pada tahun ini mengusung tema “Teknologi Muatan Balon untuk Observasi Atmosfer dan Maritim.

Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Elektro, Muhammad Khairul Syarif, Rara Dwi Oktaviani serta Dimas Oktanugraha, menjadi juara II kategori Kombat. Pada ketegori ini, Juara 1 diraih oleh Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS), juara 3 diraih oleh Universitas Telkom Bandung, serta juara 4 diraih oleh Universitas Komputer Indonesia.

“Kami bersyukur dan merasa sangat bangga bisa mempertahankan juara II ini. Karena pada tahun lalu juga tim UMY mendapatkan juara yang sama. Kami berterimakasih kepada UMY yang telah mendukung tim kami sehingga bisa ikut serta dalam acara Kombat tahun ini, baik dari segi non teknis maupun teknis. Khususnya kepada dosen pembimbing kami yang telah totalitas dalam memberikan arahan yang baik sampai pada akhirnya mendapatkan juara mengalahkan perguruan tinggi ternama di Indonesia,” ujar ketua Tim, Muhammad Khairul Syarif.

Syarif menambahkan untuk mendapatkan juara para peserta lomba perlu memperhatikan beberapa faktor yang dinilai dalam kompetisi Kombat tersebut. Beberapa faktor itu seperti, temperature, nilai ketinggian, arah angin, kelembapan, dan tekanan. “Rekaman GPS juga dinilai dalam kompetisi tersebut. Selain itu, auto track antenna, pengambilan gambar berupa foto dari muatan, maupun nilai kadar CO2 di atsmofer yang merupakan misi sekunder turut mempengaruhi dalam penilaian juri,” papar Syarif.

Ditambahkan Syarif, untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, tim Cilindro membutuhkan waktu empat bulan. Walktu tersebut digunakan untuk mempersiapkan beberapa hal, seperti melihat perkembangan muatan untuk mentransmisikan data dan ground station sebagai penerima data, serta auto track antenna untuk mengikuti arah muatan bergerak.

“Harapan kami selanjutnya dapat mempertahankan gelar ini bahkan lebih dari apa yang kita capai saat ini. Selain itu, kampus bisa lebih optimal dalam mendukung tim yang mengikuti kompetisi sehingga mahasiswa yang terlibat bisa lebih semangat untuk bisa juara. Maka keberhasilan ini semoga bisa memotivasi seluruh mahasiswa, bahwa UMY bisa bersaing pada bidang teknologi baik kompetisi nasional maupun internasional,” tutup Syarif. (Andi)

Check Also

Aktif Organisasi, Rizal Dilamar Jadi Sekjend AYIMUN

Aktif Organisasi, Rizal Dilamar Jadi Sekjend AYIMUN

Edupost. id – Muhammad Rizal Saanun, mahasiswa angkatan 2014 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini berhasil mencatatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *