Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / U-Torc, Pembalut Ramah Lingkungan Inovasi IPB
U-Torc, Pembalut Ramah Lingkungan Inovasi IPB
U-Torc, Pembalut Ramah Lingkungan Inovasi IPB

U-Torc, Pembalut Ramah Lingkungan Inovasi IPB

Edupost.id – Pembalut sebagai barang ekonomi merupakan benda yang permintaannya selalu kontinyu dari waktu ke waktu. Penggunaan plastik pada produk ini memiliki masalah yang sama seperti produk plastik lainnya yaitu sulitnya terurai di lingkungan. Berangkat dari masalah tersebut, tim mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas bisnis pembalut ramah lingkungan.

Mereka adalah Ni Made Surianti, Sang Ayu Made Arisasmita, Ida Ayu Indah Wedaswari, dan Ni Komang Yastri Anasuyari. Ide ini berangkat dari kegelisahan Ni Made Urianti dan teman-temannya, dimana  tidak ada produk serupa yang ramah lingkungan di pasaran.

Berniat ingin mengurangi produksi sampah plastik, ia beserta tim menggunakan plastik mudah terurai dari bahan pati singkong yang telah ada sebagai bahan pembuatan pembalut wanita. Penggunaan plastik dari pati singkong tersebut dimaksudkan agar pembalut yang telah dipakai dapat cepat diurai di lingkungan dan mengurangi volume sampah.

Dikemas dengan kotak berdesain menarik bagi kaum wanita, produk yang diberi label Ultra Sanitary Napkins Organic (U-Torc) ini juga memberikan kantong kecil untuk menyimpan pembalut saat dibawa ke luar rumah. U-Torc dipasarkan dengan harga Rp 30 ribu per kotak berisi delapan lembar pembalut. Saat ini U-Torc telah dikirim ke berbagai daerah seperti Bogor, Tangerang, Bali, dan Lombok.

Proses produksi U-Torc dilakukan di rumah produksi di daerah Dramaga, Bogor. Pengembangan produksi dapat dilakukan, sehingga U-Torc menjadi produk bisnis ramah lingkungan yang menjadi salah satu jawaban atas permasalahan sampah yang ada. (IK-SS)

 

 

 

Attachments area

Check Also

Mahasiswa Unair Bantu Pasien Gagal Ginjal dengan Serbuk Ajaib

Edupost.id – Penanganan pasien gagal ginjal dengan melakukan cuci darah (hemodialisis) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itulah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *