Senin , 5 Desember 2016
Home / Citizen Journalism / UGM ikuti Konverensi Antar Peneliti Dalam dan Luar Negri
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM ikuti Konverensi Antar Peneliti Dalam dan Luar Negri

Edupost.id – Seratus peneliti dari dalam dan luar negeri mengikuti The 2nd International Conferenece in Science and Technology (ICST), 27-28 oktober di hotel Eastparc Yogyakarta. Konferensi tahunan yang diinisiasi oleh Badan Penerbit dan Publikasi (BPP) UGM ini memberi ruang bagi peneliti untuk bertukar pengetahuan  dan riset terkini dalam bidang ilmu sains dan teknologi.

Kepala BPP UGM, Widodo, Ph.D., mengatakan para peneliti berbagi paparan mengenai pengetahuan terbaru di bidang bioprospecting, nanoteknologi, ilmu komputer dan geomaritim. “Konferensi ini mengakomodasi dan menggali pengetahuan sesuai dengan perkembangan ilmu masa kini yang tengah dikembangkan para peneliti dunia,” kata Widodo.

President and vice-chancellor The university of Surrey, Guilford United Kingdom, Max Lu, dalam paparannya mengatakan pengembangan nanoteknologi saat ini menjadi paradigma baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan peneliti. Menurutnya, nanoteknologi memiliki potensi yang luar biasa sehingga memungkinkan pengembangan teknologi energi bersih melalui pemanfaatan efisiensi cahaya matahari, bahan termoelektrik, dan penyimpanan energi kepadatan tinggi. “Teknologi nano yang kini sedang dikembangkan bertujuan untuk mendapatkan sumber energi bersih, mengolah air lebih bersih serta pemanfaatan CO2,” katanya.

Pengembangan teknologi nano ini diharapkan mampu mengatasi persoalan dan tantangan yang dihadapi masyarakat global di masa mendatang terkait minimnya pasokan energi, keterbatasan air bersih dan perubahan iklim.”Tantangan yang saya sebutkan ini akan dihadapi manusia pada abad berikutnya,” katanya.

Sementara Direktur Versatile Silicon Indonesia, Eko Fajar Nur Prasetyo, menyampaikan perkembngan riset teknologi 5G. Menurutnya, teknologi 5G seharusnya menjadi bahan riset utama para peneliti di Indonesia karena teknologi 5G diprediksi menjadi generasi masa depan jaringan komunikasi  nirkabel. “Ada kesenjangan kemampuan yang lebar antara kegiatan riset internasional dan Indonesia di bidang ini,” tuturnya. (UGM)

Check Also

UGM Juarai Kontes Robot Terbang Indonesia

UGM Juarai Kontes Robot Terbang Indonesia

Edupost.id – UGM berhasil menjuarai Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2016 yang dilaksanakan pada 23-26 …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *