Jumat , 24 November 2017
Home / Kabar Kampus / UGM Kampanyekan Perlucutan Senjata Nuklir
UGM kampanyekan perlucutan senjata nuklir
UGM kampanyekan perlucutan senjata nuklir (UGM dok.)

UGM Kampanyekan Perlucutan Senjata Nuklir

Edupost.id – Institute of International Studies (IIS) Departemen Hubungan Internasional UGM tengah gencar melakukan kampanye dan advokasi perlucutan senjata nuklir, baik di kancah nasional dan internasional. Salah satu bentuk kegiatan tersebut di tingkat nasional dalam bentuk seminar “Menuju Dunia Bebas Senjata Nuklir” dan beberapa roadshow diskusi lainnya di Jakarta, Malang, hingga Padang.

Selain itu, IIS UGM juga mengadakan acara Bike Not Bombs, kegiatan sepeda santai yang terbuka untuk umum yang di dalamnya disisipi tentang pengetahuan tentang bahaya senjata nuklir kepada masyarakat. Kemudian, IISUGM juga turut berpartisipasi pada Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty di Oslo pada 2013 dan di Nayarit, Meksiko pada 2014.

Muhadi Sugiono salah satu peneliti IIS, menyuarakan aspirasinya terkait perlucutan senjata di Open-Ended Working Group (OEWG) on Nuclear Disarmament 2016 di Jenewa, Swiss. OEWG adalah pertemuan resmi PBB yang melibatkan partisipasi publik, baik organisasi non-pemerintah maupun perwakilan dari masyarakat. Muhadi mewakili IIS yang merupakan patner dari ICAN di hadapan majelis kongres resmi PBB dan menyampaikan sebuah kertas kerja berjudul Non-Nuclear-Weapon States and a Treaty Prohibiting Nuclear Weapons.

Dalam kertas kerja tersebut terdapat 14 poin kebijakan dan praktik negara-negara non-senjata nuklir yang masih menghambat upaya perlucutan senjata nuklir. Dari berbagai advokasi yang dilakukan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Januari 2017, PBB menyepakati diadakannya negosiasi perlucutan nuklir yang akan diselenggarakan tahun ini.

“Negosiasi ini bukanlah klimaks dari usaha seluruh aktivitas di dunia dalam menyuarakan perlucutan senjata nuklir global. Kita harus terus berjuang agar perlucutan itu dapat terselenggara,” ungkap Muhadi.

Muhadi menjelaskan alasan kenapa perlucutan senjata nuklir harus segala dilakukan. Seperti senjata pembunuh massal lainnya, senjata nuklir tidak pandang bulu ketika digunakan. “Ledakan nuklir dapat memicu perubahan iklim yang berbahaya bagi seluruh kehidupan di bumi,” tandasnya. (UGM/IK-SS)

Check Also

Dosen Geografi UGM Raih Penghargaan Internasional

Dosen Geografi UGM Raih Penghargaan Internasional

Edupost.id – Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Bachtiar Wahyu Mutaqin, mendapatkan penghargaan internasional Young …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *