Kamis , 13 Desember 2018
Home / Kabar Kampus / UGM Kampus Terbaik ke-3 di Asia Tenggara versi 4ICU
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM Kampus Terbaik ke-3 di Asia Tenggara versi 4ICU

Edupost.id – 4International College and Universities (4ICU) tahun ini menobatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai perguruan tinggi terbaik nomor satu di Indonesia. Kampus ini juga menduduki posisi ke-3 di Asia Tenggara, dan ke-51 se-Asia.

Direktur Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM, Widyawan, menjelaskan, pemeringkatan perguruan tinggi versi 4ICU dilihat dari tingkat keterkenalan website atau laman yang dimiliki. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan pada algoritma dari lima web metrics berbeda dari empat search engine yang independen, yakni Moz Domain Authority, Alexa Global Rank, SimilarWeb Global Rank, Majestic Referring Domains, serta Majestic Trust Flow.

“Peringkat ini menunjukkan popularitas UGM yang baik dari jumlah kunjungan ke website UGM dan jumlah akses dari luar ke situs-situs di bawah domain ugm.ac.id,” katanya, Selasa (23/1).

Widyawan menambahkan, daily page views ke seluruh domain ugm.ac.id mencapai 1,3 juta per harinya. Sementara itu, terdapat 360 ribu daily visitors setiap harinya. Pencapaian tersebut menurutnya karena website milik UGM memiliki tampilan yang bagus serta navigasi yang memudahkan pengunjung. Selain itu, konten dan informasi yang disajikan juga berkualitas dan relevan.

Tak hanya itu, kaman UGM juga didukung dengan penyediaan infrastruktur yang baik sehingga respons di website bisa berjalan dengan cepat. Infrastruktur TI yang baik, konten yang kaya, dan bandwith besar telah memudahkan masyarakat umum dalam mengakses berbagai konten digital di UGM.

“Sejak tahun 2017 lalu UGM menyediakan bandwith dengan kapasitas yang cukup besar yakni 5 giga-byte,” tandasnya.

Pemeringkatan versi 4ICU kali ini dilakukan melalui penilaian pada 13.000 perguruan tinggi di dunia. Perguruan tinggi yang dinilai adalah perguruan tinggi yang diakui, terlisensi, dan terakreditasi oleh kementerian pendidikan di negaranya masing-masing. Perguruan Tinggi itu juga memiliki program sarjana dan atau pascasarjana, serta masih menggunakan metode tatap muka dalam proses pembelajarannya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=