Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / UGM Kirim 5 Tim di Kontes Robot Terbang Indonesia

UGM Kirim 5 Tim di Kontes Robot Terbang Indonesia

YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirimkan lima tim dalam kegiatan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2015 yang berlangsung pada 17-20 September 2015 di Lapangan Gading, Wonosari, Gunungkidul. UGM mengirimkan 39 mahasiswa yang tergabung dalam lima tim robot UGM yang berasal dari berbagai jurusan dari Fakultas Teknik, FMIPA, Sekolah Vokasi, dan FEB.

Lima tim tersebut akan berlaga dalam kategori racing jet kelas light weight, fixed wing kelas monitoring,fixed wing kelas mapping, vertical take off landing kelas water-based fire distingusiher, dan vertical take off landing kelas non-water-based fire distingusiher.

Senawi, Direktur Kemahasiswaan UGM, mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan kepada seluruh mahasiswa yang tergabung dalam tim UGM yang telah mendedikasikan diri untuk mengikuti kontes kali ini. Ia pun berharap kedepan tim bisa bertanding secara maksimal dan meraih prestasi.

Budi Setiawan, Ketua delegasi KRTI UGM menuturkan, pada kontes kali ini UGM mengirimkan lima tim robot yang akan bertanding dalam seluruh kategori lomba. Dari tiga kategori lomba yang terbagi dalam enam kelas pertandingan ini tim UGM akan mengikuti lima kelas pertandingan.

Ia menyampaikan tim yang dikirimkan dalam kontes robot ini telah dipersiapkan dengan matang dalam satu kesatuan tim yang tergabung dalam GAMA Force. Karenanya ia merasa optimis nantinya tim UGM mampu mencetak prestasi dalam ajang bergengsi kali ini.

KRTI 2015 diikuti sebanyak 213 mahasiswa dalam 71 tim dari 29 perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi mengangkat tema “Menuju Kemandirian Teknologi Wahana Terbang Tanpa Awak”. Diselenggarakan atas kerja sama Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, dan Lanud Adisucipto.

Dalam kontes tersebut, para peserta ditantang untuk mendesain, membuat, hingga menerbangkan sebuah pesawat tanpa awak atau yang dikenal dengan UAV. Tantangan yang diberikan mengharuskan peserta untuk bisa menyelaraskan antara geometri pesawat, konstruksi dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang tanpa awak. (UGM/IK-SS)

Check Also

Monica, Siswa MTs Yapi Sleman

Monica, Siswa MTs Yapi Sleman Jadi Pembicara di Forum WHO

Edupost.id – Seorang bocah perempuan bernama Monica beberapa hari ini mendadak viral di dunia maya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *