Selasa , 23 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / UIN Suka, Dana 1,2 Milyar Belum Dapat Atasi Server Error

UIN Suka, Dana 1,2 Milyar Belum Dapat Atasi Server Error

Edupost.ID, Sleman- Pengisian/Input KRS (Kartu Rencana Studi) di UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta telah dimulai sejak satu minggu yang lalu. Akan tetapi, hingga selasa kemarin masih banyak mahasiswa yang tidak dapat input KRS. Padahal pihak kampus telah mengeluarkan dana 1,2 Milyar untuk menambah server pada tahun 2015.

Waryono Abdul Ghafur, Wakil Rektor II, mengatakan salah satu penyebabnya adalah karena pendeknya waktu antara semester ganjil dan semester genap. Ia menjelaskan bahwasanya saat ini kampus tidak hanya melayani input krs, tapi juga pendaftaran wisuda, yudisium, dan KKN.

“Kalau dirunut dari belakang, setelah saya tanya ke PTIPD, berangkatnya dari waktu. Kalender akademik kita pendek. Sementara yang harus dilayani sangat banyak,” ungkap Waryono.

Mahasiswa tidak dapat login ke website yang digunakan untuk input KRS meskipun sudah dibuat jadwal input dan ditambah web alternatif. Banyak yang gagal login dan di website-nya muncul tulisan/kode yang tidak benar. Beberapa diantaranya adalah ‘maaf anda belum melunasi SPP’, ‘maaf anda mahasiswa UGM’, dan ‘data NIM mahasiswa anda tidak valid’. Kejadian ini pernah terjadi di tahun 2013, akan tetapi kata Waryono yang menceritakan hasil diskusinya dengan ketua PTIPD, kali ini tidak lebih parah dari yang dulu.

“Kalau dalam situasi begini perlu tambahan yang signifikan,” katanya.

Ketika ditanya kemungkinan akan kembali ke sistem manual atau tidak, ia menjawab tidak. Menurutnya, sistem input krs online adalah yang terbaik. Setelah para petinggi UIN melakukan rapat, jadwal pengisian krs diperpanjang dan pengisiannya berdasarkan prodi bukan lagi per-fakultas. Jum’at sore (5/2) ia akan mengadakan evaluasi.

“Sebagai leading di bidang 2 akan saya lakukan evaluasi komprehensif dan bertanya pada orang ahli IT,” kata Waryono.

Pasalnya selama ini tidak pernah diadakan evaluasi. Biasanya kritik hanya disampaikan di media sosial. Mahasiswa tidak diajak duduk bersama. Ia berharap setelah melakukan evaluasi, ditemukan kesimpulan harusnya seperti apa ke depannya agar tidak terulang lagi. (Fitri)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran SBMPTN Masih Dibuka hingga 9 Mei

Edupost.id – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih dibuka hingga besok, 9 Mei …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *