Minggu , 19 Februari 2017
Home / Kabar Kampus / UINSA Selenggarkan Ujian Berbasis Komputer bagi Maba
UINSA
UINSA (foto: blogspot.id)

UINSA Selenggarkan Ujian Berbasis Komputer bagi Maba

Edupost.id- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel menjadi universitas yang siap menerapkan ujian berbasis lembar jawaba komputer atau computer based test (CBT). Ujian berbasis komputer ini adalah kali pertama dilaksanakan dengan target 1. 000 peserta diselenggarakan di 10 perguruan tinggi negeri dari seluruh Indonesia.

Wakil rektor bidang akademik dan pengembangan lembaga, Dr Syamsul Huda Mfill mengatakan telah menyediakan sarana laboratoriu terintegrasi yang memadai, juga pengalaman menggelar ujian berbasis CBT pada seleksi mahasiswa mandiri dan Program Mahasiswa Santri Berprestasi (PMSB) di tahun lalu.

Mengacu pada peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2015 tentang penerimaan Mahasiswa baru perguruan tinggi keagamaan islam, diatur pola penerimaan mahasiswa dengan jumlah alijasi daya tampung sebanyak 50 persen, UMPTKIN 30 persen dan seleksi mandiri parodi agama sebanyak 20 persen.

“ UINSA menunggu hasil seleksi panitia pusat terkait CBT untuk jalur SBMPTN. Sedangkan UM PTKIN, dipakai diantara 10 PTKIN. Secara sarana prasarana juga pengalaman UNISA, 99 persen siap,” pungkas Syamsul di Newrsoon UINSA.

 

Sejauh inikuota untuk UIN SA sebanyak 2. 833 mahasiswa baru (maba) untuk jalur SPAN-UM PTKIN dan mandiri prodi agama, sisanya sebanyak 1. 552 maba akan disaring melalui seleksi SNMPTN, SBMPTN, dan mandiri untuk prodi umum.

Sebagaimana dijelaskan, kepala bagian akademik, H Rijalul Faqih, dengan rincian 1405 maba di jalur SPAN PTKIN, 845 maba dari jalur UM PTKIN, dan 582 maba pada seleksi mandiri untuk prodi agama, SNNMPTN dan SBMPTN masing-masing 543 maba dan 466 maba pada seleksi mandiri untuk prodi umum.

Total keseluruhan maba yang diperkirakan masuk ke UIN Sunan Ampel surabaya tahun 2017 adalah 4385 maba, meningkat dibanding tahun 2016 yang hanya sekitar 4373 maba.

“Biasanya beasiswa Bidik Misi (Biaya pendidikan mahasiswa miskin berprestasi) baru bisa mendaftar ketika sudah resmi terdaftar sebagai mahasiswa. Tapi kali ini bisa langsung mendaftar ketika pengisian data untuk seleksi masuk, dan disediakan sebanyak 173 kuot,” jelas Rijal. (Inan)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *