Senin , 24 April 2017
Home / Kabar Kampus / Ujian Mandiri UIN Suka Diikuti Siswa Berkebutuhan Khusus
ujian-mandiri-uin-suka-siswa-berkebutuhan-khusus
Ujian Mandiri UIN Suka Diikuti Siswa Berkebutuhan Khusus

Ujian Mandiri UIN Suka Diikuti Siswa Berkebutuhan Khusus

Edupost.id, Yogyakarta – Sebanyak 18 siswa berkebutuhan khusus tercatat mengikuti Ujian Mandiri Paper Base Test (UM-PBT) 2016 UIN Sunan Kalijaga pada Rabu – Kamis, (20-21/7). Mereka bersaing bersama total 5.553 peserta lain. Mereka yang lulus ujian akan duduk di bangku prodi umum dan agama yang tersebar di 8 fakultas.

Salah seorang peserta berkebutuhan khusus UM-PBT, Muhammad Rifqi Musyaffa mengaku sudah memiliki tekad bulat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, meskipun memiliki keterbatasan fisik. “Saya mendapat info dari temen dan melalui internet, kalo UIN Jogja menerima peserta difabel,” tutur penyandang tuna daksa ini.

Pemuda lulusan MAN Maguwoharjo tahun 2013 itu menentukan pilihan pertama pada jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Pilihan kedua jatuh pada jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi, sedangkan pilihan ketiga Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

“Saya sempat ikut SNMPTN 2016, namun belum lolos, terus UM-PTKIN 2016 belum beruntung juga. Mudah-mudahan saya bisa mengerjakan tes UM-PBT dan lolos seleksi dengan pilihan jurusan yang sudah saya pilih,” katanya kepada Edupost.id saat selesai mengerjakan tes tertulis, (21/7).

Panitia UM-PBT UIN Suka untuk peserta berkebutuhan khusus, Arif Mahfudin mengatakan, untuk proses pendaftaran UM-PBT syaratnya sama dengan peserta yang lain. Hanya saja saat mengisi form pendaftaran online disertakan keterangan peserta kebutuhan khusus sesuai kriteria peserta. ”Biasanya calon peserta akan menghubungi kami dan konsultasi cara pendaftaran sampai penentuan prodi atau jurusan,” kata Arif.

Peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian di kampus ini terdiri dari 7 orang tuna netra, 7 tuna rungu dan 4 tuna daksa. Dalam mengerjakan soal, mereka dipandu pengawas dari Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Suka. Selain itu, disediakan ruang tersendiri untuk peserta berkebutuhan khusus agar merasa nyaman dan aman dalam menjawab soal.

“Tes tulis kita konsep sendiri dan pelaksanaan ujian di ruang khusus. Bagi mereka tuna daksa dan tuna rungu sekiranya bisa mengerjakan sendiri kita adakan pengawasan. Namun, jika ada yang membutuhkan pendamping akan dipandu dalam pengerjaan soal. Untuk kenyamanan kita melayani kebutuhan mereka selama tes masuk ini,” tutur Arif yang juga mantan Ketua PLD UIN Suka ini.

Sementara itu, Ketua ADMISI UIN Suka, Casmini menuturkan, pada UM-PBT tahun ini kuota untuk prodi umum mendapat 30 % dan prodi agama sebesar 20% dari total 3.390 kursi. Masing masing prodi tersebar di 8 fakultas yaitu Adab dan Ilmu Budaya, Dakwah dan Komunikasi, Syariah dan Hukum, Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Ushuludin dan Pemikiran Islam, Sains dan Teknologi, Ilmu Sosial dan Humaniora serta Ekonomi dan Bisnis Islam. “Untuk hasil tes akan diumumkan pada tanggal 29 Juli 2015 secara online,” pungkas Casmini. (Andi)

Check Also

UIN-Yogyakarta

UIN Suka Ajukan Kuota 193 Beasiswa Bidikmisi

Edupost.id – Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Sutrisno mengatakan, UIN Suka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *