Minggu , 22 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Unair Tuan Rumah Rembuk Nasional 2017, Bahas tentang Siber
universitas-airlangga
Universitas Airlangga (Unair)

Unair Tuan Rumah Rembuk Nasional 2017, Bahas tentang Siber

Edupost.id – Universitas Airlangga terpilih menjadi tuan rumah acara Rembuk Nasional 2017. Acara yang mengangkat tema “Cyber Resilience : Melindungi Pengelolaan Data & Diseminasi Informasi Nasional” itu dilangsungkan di Aula Amerta Kantor Manajemen UNAIR, Jumat (22/9).

Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dalam sambutannya mengatakan, rembuk nasional tersebut diharapkan dapat memberikan suatu terobosan dan solusi di tengah permasalahan bangsa yang akhir-akhir ini sangat gencar beredar melalui media sosial.

“Kita sadar teknologi diciptakan untuk kemaslahatan manusia. Ini yang harus kita jaga. Jangan sampai teknologi ini justru mendatangkan masalah,” tegas Nasih dilansir dari laman resmi Unair.

Nasih juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi di dunia siber mestinya bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat, bukan digunakan untuk memfitnah atau membunuh karakter orang. Ia menyadari, perkembangan teknologi saat ini memang tidak bisa dielakkan.

Anggota Dewan Pengarah Rembuk Nasional 2017 Mayjen Polisi (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto, S.H. mengatakan, UNAIR menjadi kampus ketiga penyelenggaraan rembuk nasional, yang secara keseluruhan dilangsungkan di 16 kampus di berbagai daerah di Indonesia.

“Kenapa kampus dan di berbagai daerah? Karena pemerintah ingin masukan dari berbagai daerah utamanya kampus agar memberikan masukan untuk menata pemerintahan ke depannya,” jelasnya.

Mengenai tema yang diambil, Sidarto mengatakan bahwa hal ini mengingat kondisi bangsa akhir-akhir ini yang semakin banyak permasalahan, utamanya isu hoax yang mengusik Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA).

“Bagaimana bangsa ini akan besar jika terus berkutat dengan hal-hal yang demikian? Mari kita bangun demokrasi yang anti hoax dan isu-isu SARA, agar tercipta negara yang santun dan berwibawa,” jelasnya.

Ketua Bidang Rembuk Nasional 12 Kartika Dyah Rini menyayangkan bahwa sampai saat ini Indonesia masih belum mempunyai kedaulatan untuk dunia maya. Melalui acara ini, ia mengharapkan banyak masukan dari para ahli mengenai solusi permasalahan yang ada. Hal ini mengingat informasi yang syarat hoax banyak beredar dan membuat publik bingung untuk mengidentifikasi informasi yang benar atau yang salah.

“Ini PR besar pemerintah untuk melindungi rakyatnya dalam dunia maya. Sangat penting untuk itu hadirnya kedaulatan dalam dunia maya,” pungkasnya. ⁠⁠⁠⁠

Check Also

Mahasiswa Unair Juarai Karya Tulis Nasional

Mahasiswa Unair Juarai Karya Tulis Nasional

Edupost.id – Dua mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menjuarai lomba Kreatifitas Karya Tulis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *