Jumat , 28 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Uniknya Kafe Unair, Menu Makanan Pakai Istilah Kedokteran
Uniknya Kafe Unair, Menu Makanan Pakai Istilah Kedokteran
Uniknya Kafe Unair, Menu Makanan Pakai Istilah Kedokteran (foto: Unair)

Uniknya Kafe Unair, Menu Makanan Pakai Istilah Kedokteran

Edupost.id – Ada hal yang unik saat memasuki kafe yang didirikan Satuan Usaha Akademik (SUA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) ini. Kafe yang dinamai “Museum Caffe” tersebut dihiasi dengan benda-benda yang akrab dengan dunia kedokteran. Bahkan menu makanannya menggunakan istilah kedokteran.

Lynda, Ketua Satuan Usaha Akademik (SUA) FK Unair menyebutkan, misalnya hiasan yang terbuat dari batu gif bekas cetakan hidung orang-orang yang pernah minta dioperasi hidungnya di Bagian Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSUD Dr. Soetomo/FK UNAIR. Kemudian belasan stetoskop yang sudah tidak dipakai lagi dan dimanfaatkan sebagai hiasan pada bagian atap kafe.

”Tetapi spuit-spuit disposable ukuran 20 CC ini baru semua, karena kalau bekas maka sangat riskan dengan kuman dan sebagainya, sehingga selain berbahaya juga imagenya jelek. Jadi spuit ini baru semua,” ungkap Lynda.

Hal unik lainnya di Museum Caffe ini, nama-nama menu makanan yang disajikan menggunakan beberapa istilah kedokteran. Misalnya, sebut Lynda, yang dinamai Poliappendix itu adalah mie. Kemudian hemorraghyc villous (spagheti), risoleus (risoles), Fat Layer Fancy (makaroni skotel). Pada minumannya, selain teh dan kopi, juga ada plasma infussion (es markisah), Lactotea Mixtura Drink (teh susu), dan Healthy Bloody Mary (jus tomat).

”Museum Kedokteran FK UNAIR ini sudah sering dikunjungi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik, sehingga sekalian dengan itu kita sediakan arenanya untuk menunjang kehadirannya agar lebih nyaman,” kata Soetojo, Dekan FK Unair ketika meresmikan kafe tersebut. (Unair/IK-SS)

Check Also

Mahasiswa Unair Bantu Pasien Gagal Ginjal dengan Serbuk Ajaib

Edupost.id – Penanganan pasien gagal ginjal dengan melakukan cuci darah (hemodialisis) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itulah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *