Rabu , 26 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Unpad Sukses Gelar Olimpiade Olahraga Tradisional ke-8

Unpad Sukses Gelar Olimpiade Olahraga Tradisional ke-8

BANDUNG – Universitas Padjajaran (Unpad) menggelar Olimpiade Olahraga Tradisional (OOTrad) ke-8 sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-58 Unpad. OOTrad ke-8 ini diadakan di Stadion Jati Padjadjaran, Jatinangor, Minggu kemarin (13/9).

Kegiatan OOTrad diawali dengan Pawai Alegoris Padjadjaran (aleut-aleutan). Setiap kontingen menampilkan kostum serta kesenian tradisional khas Jawa Barat. Aleut-aleutan dimulai dari Gedung Rektorat Unpad, kampus Jatinangor dan diakhiri di Stadion Jati Padjadjaran. Pembukaan OOTRad ke-8 ditandai dengan penyalaan obor oleh Rektor Unpad, Tri Hanggono Achmad dengan Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI, Ahman Sya.

“Kami dari Kementerian Pariwisata menyambut gembira kegiatan ini, mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga dijadikan contoh perguruan tinggi yang lain untuk melakukan hal yang sama,” ujar Ahman.

Ahman menuturkan, Kementerian Pariwisata RI selalu berupaya untuk mendorong kegiatan budaya di setiap tempat, agar dapat terus maju dan berkembang. Ia menuturkan, daya tarik wisata sendiri paling banyak karena faktor budaya (60%), 35% karena faktor alam, dan 5% karena faktor man made.

Menurutnya, OOTrad merupakan kegiatan yang berkontribusi dalam perlindungan budaya tradisi. “Yang juga sekaligus menjadikannya sebagai destinasi pariwisata dan daya tarik pariwisata,” imbuhnya.

Acara OOTrad ini dimeriahkan lomba egrang, ngagandong boboko, balap karung, manggul beas, nanggung suluh, nyuhun jukut, dan eyong, serta eksebisi kegiatan tradisional diantaranya perepet jengkol, pencak silat, panahan, sorodot gaplok, sumpit, boiboian, damdas, nabuh lisung, galah asin, gasing, gatrik, layang hias, dan demprak. (Unpad/IK-SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *