Minggu , 22 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Vakum Dua Tahun, UB Kediri Kini Aktif Kembali
universitas brawijaya
Universitas Brawijaya (UB)

Vakum Dua Tahun, UB Kediri Kini Aktif Kembali

Edupost.id – Setelah vakum selama dua tahun, Universitas Brawijaya Kediri kini aktif kembali. Belum lama ini, kampus tersebut melakukan penerimaan mahasiswa baru (maba). Sebanyak 322 maba terdaftar di 11 program studi pada tujuh fakultas di kampus tersebut.

Penanggungjawab UB Kampus III Kediri, Harijono menyampaikan bahwa penerimaan kali ini didasarkan adanya tren kenaikan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun, dimana penerimaan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, pihaknya melihat keseriusan Pemerintah Kota Kediri dalam mendukung keberadaan UB di Kota Tahu tersebut.

Komitmen Pemerintah Kota Kediri, menurut Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian ini bisa dilihat dari beberapa hal. Diantaranya adalah skema baru sarana prasarana kampus berupa tanah yang akan disediakan oleh Pemerintah Kota Kediri seluas 20 hektar di Mrican.

Komitmen lainnya adalah alokasi anggaran untuk pembangunan gedung pertama yang peletakan batu pertamanya telah dilakukan pada Agustus 2016. Akhir tahun yang sama, diperkirakan gedung tiga lantai dengan 14 ruang kuliah, perpustakaan, ruang pengelola, ruang pimpinan, dan administrasi sudah bisa dioperasikan. “Rancangan gedung dan masterplan yang dibuat UB untuk selanjutnya akan dilimpahkan kepada Pemerintah Kota Kediri,” kata Harijono.

Aktivitas UB Kampus III Kediri saat ini memanfaatkan gedung yang dipinjampakaikan Pemerintah Kota Kediri yakni gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang merupakan bagian dari kompleks perkantoran Pemkot Kediri. Aktivitas perkuliahan pada tahun akademik 2017/2018 diperkirakan Harijono sudah berada di gedung baru.

Dalam hal aktivitas belajar mengajar, UB Kampus III Kediri memanfaatkan teknologi informasi melalui teleconference dengan sistem modul pembelajaran dengan UB Kampus Malang. “Saat ini pemanfaatan teleconference masih hanya sekitar 5% karena terbatasnya sarana prasarana seperti bandwidth,” ungkap Harijono. Secara bertahap modul pembelajaran dengan teleconference ini akan ditingkatkan maksimal hingga 50%.

Selain itu, program studi yang mata kuliahnya ada praktikum juga masih harus ke Malang. “UB Kampus Kediri masih belum bisa investasi sarana laboratorium sehingga masih harus ke Malang,” ujarnya. (UB/IK-SS)

Check Also

Kucing

Kedokteran Hewan UB Ciptakan Terapi Sedot Lemak Kucing

Edupost.id  – Kucing yang menderita obesitas memiliki resiko penyakit komplikasi metabolic seperti penyakit jantung, penyakit gangguan liver, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *