Minggu , 28 Mei 2017
Home / Kabar Sekolah / Art Day and Culture, Ingatkah Anda dengan Jogja?

Art Day and Culture, Ingatkah Anda dengan Jogja?

Edupost.ID, Yogyakarta – Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya, dan kota pendidikan. Namun, agaknya sebagian orang mulai mempertanyakan kenyataan itu. Banyak generasi muda yang mulai lupa dangan budaya asli. Mereka justru telah terbuai dengan budaya asing yang mulai bermunculan. Setidaknya itulah yang menjadi keresahan para siswa SMA Negeri 9 Yogyakarta. Atas keresahan itulah, mereka berinisiatif menggelar event seni budaya yang tebingkai dalam Art Day and Culture, Ingatkah Anda dengan Jogja?

Ketua Panitia, Dinu Aditya Saputra mengatakan, sebagai sekolah yang mengusung konsep Art and Culture School, SMAN 9 Yogyakarta merasa terpanggil untuk menggelar event ini. Sebuah event yang mengemas pameran seni dan aneka pertunjukan seni ini digelar di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta Sabtu-Minggu (26-27/12). Event ini juga untuk menggugah kembali kesadaran generasi muda Yogyakarta agarvtidak lupa dengan budaya tradisional Jogja. “Banyak generasi muda yang tidak lagi nguri-uri budaya Jogja,” ujar Dinu.

Acara ini, menurut Dinu mengemas seni dan budaya tradisional dengan kemasan menarik. Pada hari Minggu (27/12) panitia menggelar lomba gamelan untuk siswa SMA/SMK se-DIY bertajuk Gamelinine. Lomba ini memberikan kesempatan kepada siswa SMA/SMK di DIY untuk unjuk kebolehan menampilkan kemampuan menabuh gamelan Jawa. Untuk para juara, panitia telah menyiapkan hadiah menarik. Juara 1, 2, dan 3 masing-masing mendapat Tropi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY, sertifikat, dan uang pembinaan. Disamping itu, untuk pengendang terbaik dan pembonang terbaik akan mendapat tropi Rektor UNY, sertifikat, dan uang pembinaan.

Selain lomba gamelan, ditampilkan pula beragam pertunjukan band pelajar SMA di DIY. Tak ketinggalan, grup karawitan SMAN 9 Yogyakarta juga akan unjuk kebolehan di panggung seni. Sebagai penutup, akan dipentaskan Teater Sutera SMAN 9 Yogyakarta. Bagi pengunjung yang berkeingainan untuk mendonorkan darah, panitia juga memberikan kesempatan pengunjung untuk mendonorkan darahnya.

Di lobi gedung societet, pengunjung dapat menikmati beragam karya seni lukis dan fotografi. Menurut Dinu, setidaknya ada lebih dari 40 karya lukis dan fotografi yang dipamerkan. Karya itu merupakan hasil olah tangan dari para pelajar SMA/SMK di DIY. “Sebelum acara berlangsung, kami sudah meminta siswa SMA/SMK se-DIY untuk mengirimkan karya lukis maupun foto. Karya yang dipamerkan di sini adalah karya mereka,” ujar Dinu. (Andi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *