Selasa , 12 Desember 2017
Home / Kabar Sekolah / Bantu Peternak Domba, Mahasiswa IPB Ciptakan Mesin Ecofliz
Ecofliz-mesin-ciptaan-mahasiswa-IPB
Bnatu peternak, Mahasiswa IPB ciptakan Ecofliz (foto: IPB)

Bantu Peternak Domba, Mahasiswa IPB Ciptakan Mesin Ecofliz

Edupost.id – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mengembangkan mesin pengurai serat bulu domba yang dinamakan Ecofliz. Mesin ini dalam rangka membantu peternak Indonesia.

Mahasiswa tersebut antara lain Hendi Okta Kurniawan, Khoirul Umam, Muhammad Fendi Wiranata, Anindita Arum P dan Dyah Putri.

Anindita menjelaskan, saat ini ada dua masalah utama peternakan yaitu lingkungan dan nilai tambah. Selama ini volume limbah pengolahan bulu domba masih cukup besar. Selain itu, nilai limbah bulu domba memerlukan pengolahan cukup lama.

Menurutnya, Ecofliz sangat membantu petani karena selama ini mesin pengolah bulu domba masih diimpor dari New Zealand dan harganya tidak terjangkau peternak rakyat, karena mahal.

Anindita mengatakan, Ecofliz sudah baik dalam pengoperasiannya. “Mesin ini mempunyai beberapa keunggulan diantaranya dibuat dari bahan baku lokal, proses penguraian serat bulu domba lebih cepat, hasilnya lebih baik dan harganya terjangkau,” ujarnya.

Ecofliz, lanjutnya, masih dalam tahap implementasi di peternak dan komunitas pengusaha yang fokus dalam pengolahan bulu domba seperti “Ecodoe” milik Tatang Gunawan. Inovasi ini tengah diikutkan dalam Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang teknologi yang dimulai dari bulan Maret hingga Juli 2016.

“Kepuasan saya bukan berada ketika mengikuti program ini saja, namun ketika kita bisa memberikan manfaat pada masyarakat dengan ilmu dan karya yang kita buat bersama. Terus berkarya untuk peternakan Indonesia,” ungkapnya. (IK-SS)

Check Also

Mahasiswa IPB Ciptakan Eco Selebgram untuk Generasi Millenial

Edupost.id – Yazidah Nur Rahmah, mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *